Kasus Randi-Yusuf, Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Kamisan Depan Mapolda Sultra

2570
 

Kendari, Inilahsultra.com Ratusan mahasiswa dari Keluarga Besar Yusuf dan Randi menggelar aksi Kamisan di depan Mapolda Sultra, Kamis 27 Agustus 2020.

Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan terhadap Polda Sultra untuk mengungkap kasus meninggalnya M Yusuf Kardawi yang diduga ditembak polisi pada 26 September 2019 lalu.

- Advertisement -

Dalam aksi Kamisan ini, mahasiswa bergantian menggelar orasi dan teatrikal.

Dalam orasinya, mahasiswa mengungkap adanya dugaan intimidasi terhadap saksi tewasnya Randi saat diperiksa di rumah mantan Dir Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Hartoyo.

Dalam sidang yang digelar di PN Jakarta Selatan, salah satu saksi mengaku dalam kondisi tertekan saat memberikan keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Selain itu, mahasiswa juga menilai polisi sejak awal tidak serius mengungkap kasus penembakan mahasiswa karena diduga melibatkan anggota di institusi kepolisian.

“Padahal, kasus meninggalnya Randi dan Yusuf adalah bentuk pelanggaran HAM,” kata koordinator aksi La Ode M Syafaat saat orasi di depan Mapolda Sultra.

Saat ini, terduga pelaku penembakan Randi telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan terdakwa Brigadir Abdul Malik.

Namun, mahasiswa menilai, pelaku bukan hanya Brigadir Abdul Malik.

“Kami menduga ada pelaku lain yang menembak dua sahabat kami Randi dan Yusuf,” kata Koordinator Mahasiswa Sedarah Rahman Paramai.

Menurut Rahman, selain pelaku penembakan, yang harus ikut bertanggung jawab atas meninggalnya Randi dan Yusuf adalah Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra saat itu Brigjen Pol Iriyanto dan Kapolres Kendari AKBP Jemi Junaedi.

“Sebab, kami menduga ada rantai komando hingga terjadinya penembakan mahasiswa,” ujarnya.

Pada 26 September 2019, dua mahasiswa meninggal diduga ditembak. Randi tertembak di bawah ketiak kiri tembus dada kanan. Berdasarkan hasil autopsi, Randi tewas tertembak peluru tajam.

Sementara Yusuf Kardawi, meninggal dengan luka retak di kepala. Oleh mahasiswa dan keluarga, Yusuf meninggal karena tertembak peluru hingga tengkorak kepalanya hancur.

Selain menewaskan dua mahasiswa itu, dua orang lainnya juga ikut tertembak. Yakni, Oksa yang tertembak di lengan kanan. Sementara Putri, warga yang berada di Mandonga ikut tertembak di betisnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...