Dari 2,7 Juta Penduduk Sultra, Baru 8.296  Orang yang Jalani Tes Swab

300
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dari sekitar 2,7 juta penduduk di Sulawesi Tenggara (Sultra), baru 8.296 warga yang menjalani tes swab PCR. Dari total yang menjalani tes, per hari ini, Kamis (27/8), sudah ada 1.452 orang dinyatakan terkonfirmasi positif.

Rendahnya testing terhadap warga ini diakui oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal. Menurut Rabiul, jumlah warga yang telah menjalani test dengan metode swab baru sekitar 0,25 persen dari total populasi.

- Advertisement -

“Saya kurang paham juga apa kendalanya. Sepertinya pemerintah di daerah sudah mulai layu (malas),” kata Rabiul Awal saat dihubungi Rabu 26 Agustus 2020 lalu.

Rendahnya testing ini akibat minimnya alat yang dimiliki Pemprov Sultra. Sejauh ini, hanya satu alat PCR yang kemampuannya bisa menguji 100 sampel perhari. Kemudian tes cepat molekuler (TCM) yang hanya bisa menguji 20 sampel perhari.

Minimnya alat tes di provinsi ini ironis jika melihat alokasi anggaran yang digelontorkan Pemprov Sultra untuk penanganan covid-19 sebesar Rp400 miliar. Belum lagi di 17 pemerintah kabupaten atau kota yang menyiapkan anggaran kurang lebih Rp10 miliar.

Menurut Rabiul Awal, sejauh ini ada beberapa daerah yang telah mengadakan alat tes berupa PCR secara mandiri. Misalnya, Kolaka Utara dan Kolaka.

“Namun saya cek dulu apakah sudah dioperasikan atau belum,” katanya.

Rabiul menyebut, rendahnya testing ini karena pemerintah kabupaten kota yang belum mengubah pola. Selain itu, ada sejumlah keluarga pasien yang tidak mau dites swab.

“Di Baubau juga ada begitu. Pasien yang meninggal baru-baru ini tidak diswab. Termasuk di Buton Tengah ada beberapa yang tidak mau diswab padahal menjadi kontak erat,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Gugus Tugas Covid-19 Sultra, daerah yang paling tertinggi kasus corona adalah Kota Kendari sebanyak 553 kasus dan Kota Baubau 239 kasus.

Menurut Rabiul, tingginya kasus virus corona di dua kota di Provinsi Sultra ini karena tingkat mobilitas warga yang semakin terbuka dan tidak terkendali.

“Bila dibandingkan di awal-awal, sekarang masyarakat sudah mulai berani keluar dan bahkan banyak yang tidak menerapkan protokol Kesehatan,” katanya.

Khusus Kota Kendari, jumlah testing lebih banyak dibandingkan 16 kabupaten atau kota lainnya di Sultra. Sejauh ini, sudah ada 3.596 orang dari total populasi kurang lebih 270 ribu jiwa.

Sementara Kota Baubau hampir setengahnya warga yang menjalani testing dinyatakan positif virus corona. Dari total penduduk sekitar 154 ribu jiwa, yang menjalani tes swab sebanyak 578 orang. Sementara jumlah kasus di Baubau hingga saat ini sudah 239 orang.

Data gugus tugas juga menunjukkan rendahnya testing di beberapa daerah lainnya. Misalnya, di Kabupaten Konawe Kepulauan baru 4 warganya yang menjalani swab meskipun tidak ada kasus yang ditemukan.

Pada hari ini, Kamis (27/8), terjadi penambahan 50 kasus baru di Sultra yang terdiri dari Kota Kendari 42 orang, Konawe Selatan 3 orang dan Buton Tengah 5 orang. Dengan demikian total kasus terakumulasi sebanyak 1.452 orang.

Selain terjadi peningkatan kasus baru, pada hari ini terjadi penambahan satu kasus meninggal laki-laki (51) yang merupakan warga Kota Baubau. Dengan demikian, total kasus meninggal sudah 25 orang.

Di hari yang sama, terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 45 orang, terdiri dari, Kabupaten Muna 3 orang, Kota Kendari 23 orang, Kota Baubau 12 orang, Bombana 1 orang, Kolaka 3 orang dan Konawe Utara 3 orang. Total pasien dinyatakan sembuh sebanyak 991 orang dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 436 pasien.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...