PKS Serahkan Formulir B.1-KWK Kepada Tujuh Pasangan Balon di Sultra

498
 

Kendari, Inilahsultra.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyerahkan formulir B1-KWK kepada tujuh pasangan calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 29 Agustus 2020.

Kegiatan penyerahan SK B.1-KWK sebagai salah satu syarat mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dilakukan serentak secara virtual daerah yang mengikuti Pilkada pada Desember 2020 se Indonesia dan dipantau langsung DPP PKS.

- Advertisement -

Untuk di Pilkada Muna PKS menyerahkan formulir B1-KWK kepada pasangan LM Rusman Emba-Bahrun Labuta, Pilkada Konawe Selatan pasangan Surunuddin Dangga-Rasyid, Pilkada Kolaka Timur pasangan Tony Herbiansyah-Baharuddin, Buton Utara pasangan Aswadi Adam-Fahrul Muhammad, Pilkada Konawe Kepulauan pasangan Musdar-Ilham Jaya Maal, Pilkada Wakatobi pasangan Arhawi-Hardin Laomo dan Pilkada Konawe Utara pasangan Raup-Iskandar Z Mekuo.

“Hari ini penyerahan formulir B1-KWK para calon kepala daerah yang diusung oleh PKS di tujuh daerah di Sultra,” kata Plt Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sultra, Yaudu Salam Ajo.

Mantan anggota DPRD Sultra mengatakan, dari tujuh daerah di Sultra yang ikut pesta demokrasi lima tahunan ini, ada dua kabupaten PKS tidak memiliki kursi di DPRD, yaitu Konawe Utara dan Wakatobi.

“Memamg betul tidak ada kursi di DPRD-nya. Meski tidak ada kursi tapi kita yakin punya suara untuk memenangkan calon yang diusung oleh partai,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Yaudu, dengan adanya SK B1-KWK ini diharapkan kepada seluruh kandidat melakukan konsolidasi untuk kemenangan dengan melibatkan partai pengusung.

“Segera lakukan konsolidasi untuk menghadapi pilkada dan memantapkan dan menyatukan tim dan partai pengusung untuk meraih kemenangan. Mari kita meraih kemenangan dengan cara yang baik,” jelasnya.

Untuk itu, setiap kader dan pengurus partai wajib mendukung keputusan DPP dalam memenangkan pasangan calon dan kalau tidak mendukung akan disanksi sesuai ketentuan organisasi.

“Instruksi Presiden PKS bersifat final dan mengikat pada seluruh kader PKS mendukung usungan partai. Kalau tidak mendukung usungan partai berarti dia bukan kader dan sanksi sesuai ketentuan di organisasi kepartaian,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...