Sanksi Tak Pakai Masker di Kendari, Denda Rp200 Ribu hingga Bersihkan Kali

6407
 

Kendari, Inilahsultra.com – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari, Alghazali Amirullah menyebut, dalam dua minggu terakhir kasus virus corona di kota lulo terus bertambah setiap hari.

“Kasus positif di Kota Kendari setiap hari dalam minggu-minggu terakhir ini terus mengalami peningkatan. Mari kita tingkatkan kewaspadaan, kepedulian dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Alghazali Amirullah, Jumat 28 Agustus 2020.

- Advertisement -

Dengan terus tambahnya kasus Covid-19, kini jumlah keseluruhan kasus positif corona di Kota Kendari mencapai angka 569 orang dengan rincian pasien sembuh 283 orang, yang masih menjalani perawatan isolasi atau karantina sebanyak 276 orang dan pasien meninggal tetap 10 orang.

“Kasus kita terus bertambah, karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan prilaku mencuci tangan mulai tidak diterapkan,” jelasnya.

“Kita minta kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan pakai sabun ketika sehari-hari ketika beraktivitas,” tambahnya.

Tak terbendungnya kasus corona di Kota Lulo, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tengah menggodok peraturan wali kota (Perwali) Kendari tentang peningkatan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Perwali tersebut merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Peningkatan Disiplin, dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Selain mengacu Inpres, Perwali ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor. 440/3160/SJ Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Penerapan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 di Seluruh Indonesia.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, Perwali penerapan disiplin protokol kesehatan sementara masuk tahap verifikasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Mudah-mudahan segera selesai reviewnya dan segera kita tetapkan. Tapi kita akan sosialisasikan selama waktu dua minggu, sehingga masyarakat punya pegangan dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19,” katanya.

Orang nomor satu di Kota Kendari ini menjelaskan, dalam perwali tersebut
ada sanksi bagi yang tidak menerapkan protokol kesehatan baik di tempat usaha maupun orang per orang.

“Sanksi tertulis administratif penutupan sementara tempat usaha, sanksi sosial kerja membersihkan kali dan lingkungan. Ada juga sanksi denda berupa uang, bagi yang tidak pakai masker kita usulkan Rp100 ribu sampai Rp200 ribu dan itu tergantung Pemprov Sultra yang akan menyetujuinya,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...