Cerita CR soal Ibu, Kakek dan Neneknya Meninggal karena Covid di Kendari

493
 

Kendari, Inilahsultra.com – Salah satu keluarga dari tiga orang sekeluarga yang meninggal karena covid di Kota Kendari bercerita banyak soal kronologi familinya itu sebelum terinfeksi virus corona.

Adalah CR. Ia anak dari salah satu dosen perempuan yang berusia 54 tahun yang meninggal karena covid-19 di RS Bahteramas Kendari.

- Advertisement -

Ia mengaku, mengetahui ketiga kelurganya meninggal karena covid melalui telepon seluler saat dirinya masih di Makassar Sulawesi Selatan.

Sebelum ibunya terinfeksi virus asal Wuhan China tersebut, ibu dan adiknya yang sementara hamil pergi berbelanja di pusat perbelanjaan ternama di Kota Kendari sekitar pertengahan Agustus 2020 lalu.

“Kebetulan long weekend, ibu dan adik saya pergi berbelanja,” katanya saat dihubungi, Kamis 3 September 2020.

Setelah pulang ke rumah, dan sempatkan kumpul di rumah neneknya. Namun esoknya, adik laki-lakinya sakit selama tiga hari namun kemudian sembuh. Di pekan yang sama, ibunya ikut sakit demam.

“Di minggu yang sama, nenek saya mengeluh sakit maag dan dibawa di RS Santaana dan prosedurnya rapid dan hasilnya non-reaktif,” jelasnya.

Neneknya sempat dua hari dirawat dan keluar lalu tidur bersama kakeknya. Namun neneknya Kembali mengeluhkan sesak napas dan dianjurkan oleh tantenya untuk diperiksa ke dokter ahli dalam.

“Setelah diperiksa bahwa ada pneumonia. Lalu diminta ke Abunawas, namun tidak ada alat oksigen, lalu dibawa di Bahteramas dan diswab malamnya.  Pagi mama saya mengeluh sesak, dan diswab juga hasilnya positif,” jelasnya.

Setelah itu, kakeknya turut diswab karena dianggap memiliki gejala yang sama. Namun, sebelum hasil swab kakeknya keluar, ibunya meninggal pada Minggu 30 Agustus 2020.

“Malamnya, kakek saya keluar swabnya positif,” imbuhnya.

Menurutnya, kakeknya dan neneknya tidak ada riwayat penyakit maag. Namun sebelum terinfeksi covid, neneknya mengeluhkan sakit ulu hati.

Ia juga menyebut, setiap keluar rumah, ibunya ketat penerapkan protokol Kesehatan.

“Mama saya selalu patuh terhadap protokol. Karena anak-anaknya juga sadar dan ini salah satu bahaya. Saya pulang ke Kendari kemarin, saya menjaga jarak dengan keluarga. Itu saking sadarnya kita dan tidak bisa sembarangan,” tuturnya.

Menurut dia, virus corona ini tidak main-main dan bisa menginfeksi siapa saja. Untuk itu, ia menyerukan agar masyarakat harusnya lebih patuh menerapkan protokol kesehatan agar tidak menulari orang lain yang rentan terhadap virus tersebut.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...