Dewan Nilai Pembangunan RS Tipe D dan Jalan Baru Bukan untuk Pulihkan Ekonomi

750
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota Kendari berencana melakukan pinjaman dana sebesar Rp 348 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) pada tahun 2021 mendatang.

Rencananya pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan pembangunan Rumah Sakit type D di Kecamatan Puuwatu dan pembangunan jalan dan jembatan kembar di Kali Kadia.

- Advertisement -

Oleh Pemkot Kendari, pembangunan rumah sakit type D ini diprediksi bisa memberikan sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) sedangkan jalan dan jembatan juga bisa membuka pertumbuhan ekonomi baru di wilayah sekitar Kali Kadia dan untuk memecah kemacetan dari wilayah Andonohu melalui jalan Z.A Sugianto depan RSUD Kendari

Namun, Anggota DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar menilai dua proyek yang akan dibangun Pemkot Kendari tidak tepat sasaran untuk memulihkan ekonomi di kota lulo yang saat ini sedang dalam kondisi lesuh.

“Yang kita persoalkan itu implementasi atau pemanfaatan pinjaman tersebut harus kita kaji lebih dalam. Kalau untuk pembangunan rumah sakit tipe D maupun jalan baru, saya menilai tidak tepat sasaran untuk memulihkan ekonomi,” kata La Ode Ashar, Jumat 4 September 2020.

Menurut Anggota Komisi III ini, dana pinjaman yang mencapai ratusan miliar itu harusnya dipergunakan untuk mengenbangkan rumah sakit yang ada di Kota Kendari masih berstatus tipe C dan membangun puskesmas atau menambah fasilitasnya.

Seperti Kabupaten Konawe, lanjut La Ode Ashar, melakukan pinjaman bukan dalam konteks covid. Tapi Pemda Konawe bisa membangun rumah sakit tipe B dan sudah terakreditasi menjadi rumah sakit rujukan.

“Kenapa tidak bangun atau kembangkan puskesmas yang ada dan perbesar rumah sakit Kota Kendari menjadi tipe B. Tambah poliklinik, tempat tidurnya, kursinya, perbaiki ruangannya, dan kembangkan bangunannya dari dana pinjaman tersebut,” jelasnya.

Menurut dia, pembangunan rumah sakit tipe D sangat kecil pendapatan yang akan diterima daerah.

Apalagi saat ini, pemerintah sekarang diwajibkan menggratiskan biaya rumah sakit bagi masyarakat berpenghasilan ekonomi ke bawah.

“Untuk meningkatkan potensi PAD Kota Kendari di mana?” imbuhnya.

Ia membandingkan bila Pemkot Kendari meningkatkan kualitas rumah sakit dan kalau sudah masuk dan terdaftar sebagai rujukan potensi PAD cukup besar.

“Karena orang-orang yang masuk di sana bisa dibilang kalangan elit,” jelasnya.

Sama halnya pembangunan jalan dan jembatan. Menurut La Ode Ashar tidak akan menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Kota Kendari.

“Pembangunan jalan dan jembatan ini menelan biaya cukup besar dan tidak mungkin menyerap tenaga kerja di Kota Kendari. Pengerjaannya pasti dilakukan orang-orang dari luar daerah dan pasti dibantu dengan mesin-mesin,” jelasnya.

Ia menambahkan, harusnya pemerintah kota menyelesaikan dulu utang-utang pembangunan lama yang belum dituntaskan, dari pada membangun rumah sakit tipe D, jalan baru dan jembatan.

Di tempat terpisah, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, pinjaman ke PT SMI Rp348 miliar untuk pembangunan dua proyek tersebut, tujuannya untuk memulihkan sektor ekonomi di Kota Kendari yang saat ini dalam kondisi lemah.

“Makanya kita mengajukan persyaratan di PT SMI. Dua program ini betul-betul bisa mejadi triger supaya ekonomi kita kembali normal dan berjalan dengan baik. Sehingga kita dapat menyiapkan diri walaupun dalam situasi krisis, karena ini peluag yang luar biasa kita dapatkan dari pemerintah pusat,” kata Sulkarnain belum lama ini.

Orang nomor satu di Kota Kendari menjelaskan, pembangunan rumah sakit tipe diprediksi bisa memberikan sumbangan setiap tahun, sedangkan pembangunan dua ruas jalan untuk memecah kemacetan di Kota Kendari.

“Rumah sakit tipe D diprediksi bisa memberikan sumbangan PAD Rp20 miliar bahkan Rp35 miliar setiap tahun, sedangkan pembangunan dua ruas jalan untuk memecah kemacetan,” jelasnya.

Terhadap kritikan anggota dewan, Sulkarnain menganggapnya sebagai hak politik anggota dewan dan dirinya  sangat menghormati pandangan setiap anggota DPRD.

“Kita berharap kepada teman-teman di DPRD dapat melihat ini sebagai sebuah terobosan untuk membangun Kota Kendari. Kalau saya diberikan kesempatan untuk menjelaskan bahwa saatnya kita menjadi negarawan. Kita harus pertimbangkan kemaslahatan rakyat untuk kedepannya,” jelasnya.

Sulkarnain menegaskan, program disebut bukan untuk personal atau pribadi, tetapi program daerah Kota Kendari yang dipersembahkan untuk masyarakat Kota Kendari dalam memulihkan ekonomi.

“Program ini perlu didiskuskan dengan teman-teman DPRD, karena pemerintah daerah bukan hanya eksekutif tapi ada juga legislatif. Kita tidak bisa berjalan sendirian, kita ingin juga teman-teman DPRD bersama-sama mengawal program ini,” jelasnya.

Ia menuturkan, pemerintah kota selalu terbuka kalau ada pihak-pihak yang memberikan masukan, ide atau gagasan terkait dana pinjaman untuk pembangunan dua proyek tersebut.

“Saya juga terbuka berdiskusi untuk bertukar pikiran, sekiranya ada hal-hal yang mejadi dasar ide atau gagasan. Artinya kita bisa berdiskusi, berbagi pandangan, kira-kira apa yang menjadi dasar sehingga ini perlu dikritisi dan disempurnakan. Yang jelas kami dari pemerintah belum melihat efek negatif dari program ini,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...