Ekspose Dua Tahun Ali Mazi-Lukman Abunawas : Capaian Sekaligus Jadi Cermin

266
 

Kendari, Inilahsultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menggelar ekspose dua tahun kepemimpinan pasangan Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN), Sabtu 5 September 2020 di Hotel Claro Kendari.

Meski tanpa kehadiran duetnya, Lukman Abunawas yang tengah menjalani karantina akibat covid, ekspose kali ini berjalan sukses.

- Advertisement -

Hari ini, kepempinan pasangan AMAN di Bumi Anoa telah menginjak usia dua tahun sejak dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo pada 5 September lalu di Istana Negara.

Sehingga, kata Ali Mazi, acara ini sangatlah penting dalam rangka evaluasi atas kemajuan dan capaian visi dan misi, kebijakan, program dan kegiatan yang telah dicanangkan sejak awal kepemimpinan baik yang bersifat output maupun yang bersifat outcome.

“Sebagai pemegang mandat rakyat Sultra, maka kami patut melakukan evaluasi dan melaporkan capaian atau progres yang kami capai kepada masyarakat. Kami juga berharap expose ini dapat berperan sebagai cermin untuk melihat respon dan tanggapan masyarakat, kelebihan dan kekurangan terhadap kebijakan dan tindakan nyata penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik,” kata Ali Mazi dalam sambutanya.

Menurut dia, cermin tersebut akan menjadi umpan balik bagaimana langkah-langkah perbaikan pada tahun yang akan datang. Sebab ia sadari bahwa masih banyak kekurangan di sana sini, sehingga perlu perbaikan.

“Kita pahami bersama bahwa, tidak mudah membangun wilayah yang penuh dengan keragaman seperti Sulawesi Tenggara, karena daerah ini terdiri dari daratan dan kepulauan. Kondisi geografis meliputi pegunungan, bukit, lembah dan pulau-pulau yang terpencar, keragaman etnis, budaya, bahasa dan latar belakang sejarah beragam, serta struktur ekonomi yang beragam. Potensi wilayah yang berbeda-beda. Semua itu merupakan fakta yang harus dipikirkan bagaimana strategi dan pendekatan daerah ini dibangun,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Sultra diberkahi dengan beragam kekayaan alam yang sangat melimpah mulai dari darat hingga lautan, mulai dari permukaan bumi hingga dalam perut bumi. Semua ini menjadi modal untuk kesejahteraan rakyat bila dikelola dengan baik dan bijak, tentunya dengan konsep dan pendekatan yang tepat.

“Sejak awal kami telah memikirkan bagaimana Sulawesi Tenggara dibangun, bahkan sejak periode pertama saya telah memikirkan bagaimana daerah kita dapat maju dan sejajar dengan daerah-daerah lain di Indonesia yang lebih dulu maju. Pikiran tersebut tercurah pada bagaimana konsep dan strategi membangun daerah ini,” jelasnya.

Gubernur Sultra Ali Mazi dalam sambutannya di acara ekspose dua tahun kepemimpinan Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) di Sultra. (Istimewa)

Ia menyebut, pasangan AMAN terus mencermati kondisi wilayah dan karakateristik masyarakat Sultra, menyikapi permasalahan dan menjawab tantangan daerah di masa kini, serta menyiapkan amunisi yang tangguh untuk menghadapi persaingan masa yang akan datang. Seluruh hal itu dituangkan dalam konsep dan strategi yang dikemas dalam singkatan Garbarata untuk membangun Sulawesi Tenggara.

Garbarata adalah gerakan akselerasi pembangunan wilayah daratan dan lautan/kepulauan. Konsep tersebut telah menjadi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk dilaksanakan selama periode 2018 -2023.

Ia menyebut, visi dan pembangunan daerah, sebagaimana yang termuat dalam RPJMD periode 2018 –2023, yaitu: “Terwujudnya Masyarakat Sulawesi Tenggara yang Aman, Maju, Sejahtera dan Bermartabat”.

Visi tersebut dijabarkan pada empat misi sekaligus menjadi agenda pembangunan. Kemudian visi dan misi tersebut dipertajam dalam lima program prioritas agar lebih fokus pada penanganan permasalahan daerah. Yakni, Sultra berbudaya dan beriman, Sultra cerdas, Sultra sehat, Sultra produktif dan Sultra peduli kemiskinan (Sultra bantuan masyarakat miskin).

“Kelima program prioritas ini telah disebar di seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk dilaksanakan setiap tahun,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Ali Mazi melaunching buku yang berisi sebagian informasi konsep pembangunan Sulawesi Tenggara. Buku itu berjudul “Sultra Dalam Pikiran Ali Mazi.

Selain program prioritas yang tersebar di seluruh organisasi perangkat daerah, pihaknya juga telah menetapkan program unggulan atau khusus yang hanya tersebar pada organisasi perangkat daerah tertentu.

Program unggulan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat memberi multi efek untuk mendorong percepatan pembangunan sektor-sektor lainnya.

Ketiga program unggulan tersebut meliputi: pembangunan jalan pariwisata Kendari–Toronipa sebagai manifestasi program Sultra produktif,  pembangunan rumah sakit jantung dan pembuluh darah yang bertaraf internasional sebagai manifestasi program Sultra sehat, dan pembangunan perpustakaan moderen sebagai manifestasi program Sultra cerdas.

“Alhamdulillah, sebagian besar pelaksanaan program dan kegiatan, baik yang bersifat prioritas maupun yang bersifat unggulan telah berjalan. Semua organisasi perangkat daerah telah melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan amanah RPJMD,” katanya.

Ia menyebut, khusus pelaksanaan program unggulan hingga tahun kedua ini tetap berjalan dengan baik. Pemerintah provinsi bekerjasama dengan Ikatan Arsitektur Indonesia Sultra telah menggelar sayembara master plan penataan kawasan Toronipa yang dimulai pada Juni dan akan berakhir September 2020 ini.

Pemenang sayembara akan menjadi rujukan dalam penataan kawasan pariwisata Toronipa yang sangat potensial untuk mengangkat pariwisata Sulawesi Tenggara di dunia internasional.

Pembangunan pertama dimulai dengan pembangunan akses jalan pada September 2019 yang lalu berupa pembangunan empat jalur jalan dengan panjang sekitar 4 kilometer. Pelapis jalan menggunakan material beton yang diperkirakan bisa bertahan 50 sampai 100 tahun.

Pembangunan tersebut, menelan anggaran dari APBD Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar Rp144 miliar. Panjang akses jalan Kendari-Toronipa direncanakan 14,6 km.

“Pembangunan lanjutan kini telah dimulai lagi setelah permohonan pinjaman disetujui oleh pemerintah pusat yang akan didanai oleh PT Sarana Multi Infrastruktur. Pemenang tender, yaitu PT Perumahan telah memulai kerjanya dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2021 yang akan dating,” bebernya.

Ekspose dua tahun AMAN turut dihadiri Ketua DPRD Sultra dan unsur Forkopimda Sultra. (Istimewa)

Pembangunan gedung perpustakaan moderen telah melewati dua tahap. Progres tahap kedua telah mencapai 76 persen. Pengerjaan struktur gedung 7 lantai sudah rampung, kini sudah masuk pemasangan instalasi, kaca gedung dan pengecoran kubah.

“Kami memperkirakan bulan Desember tahun ini selesai dan bisa dipergunakan tahun depan,” imbuhnya.

Pembangunan gedung rumah sakit jantung dan pembuluh darah sudah merampungkan tahap satu sebanyak 4 (empat) lantai dengan nilai Rp94 miliar, sedang tahap dua tahun 2020 dalam proses,karena menunggu pencairan dana dari  PT Sarana Multi Infrastruktur.

Pembangunan keseluruhan direncanakan akan menelan anggaran Rp400 miliar. Bangunan akan memiliki 17 lantai, didesain megah, fasilitas lengkap dan akan menjadi rumah sakit khusus jantung pertama dan diharapkan dapat menjadi rumah sakit rujukan khususnya di kawasan Timur Indonesia.

“Pembangunan rumah sakit jantung ini akan digenjot setiap tahun hingga selesai tepat waktu tahun 2022 yang akan datang,” bebernya.

“Kami berharap apa yang dipaparkan akan membuat  semua pihak memaklumi bahwa kami telah melakukan kerja keras, walaupun diperhadapkan pada berbagai tantangan seperti adanya pandemi covid-19. Banyak hal yang kami lakukan, namun kami menyadari beberapa rencana belum tercapai, capaian-capaian kegiatan pembangunanada yang belum sesuai harapan,karena kami berdua adalah manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan dan keterbatasan. Bengkalaian yang dicapai kurun waktu 2 (dua) tahun yang lalu akan menjadi pekerjaan rumah dan pelecut semangat bagi proses pembangunan daerah kurun waktu 3 (tiga) tahun mendatang,” pungkasnya. (adv)

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...