Alasan Rusman Emba Umumkan Rajiun Tumada Terinfeksi Covid

5563
 

Kendari, Inilahsultra.com Bupati Muna LM Rusman Emba menyatakan sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Muna, dirinya berkewajiban mengumumkan adanya kasus virus corona di Muna.

Terlebih, kasus terjadi di wilayah kekuasaannya dan adanya pengerahan massa yang besar.

- Advertisement -

“Saya khawatir jangan sampai masyarakat saya tertular. Karena kemarin itu banyak warga yang turut ikut dalam rombongannya (Rajiun Tumada),” kata Rusman saat dihubungi, Senin 7 September 2020.

Ia menyebut, mengumumkan kasus covid yang menginfeksi calon rival politiknya itu bukan untuk menjatuhkan LM Rajiun Tumada. Tetapi, lebih dari itu, ia hanya ingin menyampaikan kepada warganya yang pernah kontak dengan Rajiun Tumada untuk segera melaporkan diri.

“Jadi, saya berbicara sebagai gugus tugas bukan lawan politik. Tidak ada lawan politik. Kita berkompetisi dengan baik. Virus corona juga bukan aib. Namun, untuk mengantisipasi penularan, maka sebagai kepala daerah, saya wajib mengumumkan kepada warga saya untuk waspada dan segera melakukan test rapid,” bebernya.

Rusman mengaku, setiap calon kepala daerah yang terinfeksi covid, memiliki regulasi yang jelas diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam regulasi juga disebutkan bahwa calon kepala daerah yang positif covid tidak dibatalkan pencalonannya

“Jadi ini bukan soal rival politik. Tapi ini hanya bentuk upaya kewaspadaan saja. Kalau ditutupi terus, ini bahaya terhadap warga saya juga. Padahal hasilnya sudah keluar sejak 4 September. Untuk itu, tidak ada sama sekali persoalan politik. Ini hanya untuk mengklirkan informasi yang liar di media sosial,” tegasnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Rusman Emba selaku Ketua Satgas Tugas Covid-19 Muna telah menerima hasil swab dari Dinkes Provinsi Sultra tertanggal 6 September 2020 untuk kepentingan penelusuran (tracing) kontak pada warga Kabupaten Muna.

Rilis ini juga untuk menjawab desas desus terkait hasil swab Covid-19 Tn.LM RT (50thn) yang bisa memecah belah kerukunan warga Kabupaten Muna di mana sudah mulai saling serang di medsos.

“Maka saya sampaikan bahwa hasilnya adalah benar swab covid positif. Jadi bukan hoax,” kata Rusman dalam rilisnya.

Ia melanjutkan, menyandang Covid positif bukan aib bagi penderitanya. Namun, penyakit ini bisa menulari siapa saja termasuk dirinya Bupati Muna LM.Rusman Emba bila tidak berhati-hati dan tidak mentaati protokol kesehatan.

“Tn.LMRT(50thn) setelah menjalani isolasi 10 hari sejak tanggal 4 September 2020 bisa melakukan kegiatan seperti sebelumnya yakni berinteraksi dangan masyarakat Kabupaten Muna. Tetapi saya mengusulkan agar Tn. LMRT(50thn) menjalani swab ulang pada hari 14 dan 15  sejak masuk isolasi untuk memastikan kesembuhannya. Ini penting, karena Tn.LMRT (50thn) adalah figur publik yang sudah pasti akan selalu berinteraksi dengan warga masyarakat saya sampai perhelatan Pilkada Kabupaten Muna pada 9 Desember 2020,” jelasnya.

Rusman juga mengimbau kepada warga Kabupaten Muna yang melakukan interaksi jarak dekat dengan LM RT dalam rentang waktu 2 minggu sebelum 5 September 2020 agar wajib mengikuti rapid test Covid tanpa dipungut bayaran atau gratis di puskesmas terdekat.

“Bahkan Komisioner KPU Kabupaten Muna dan semua pegawainya sejumlah 44 orang telah menghubungi satgas Covid Muna untuk melakukan rapid test Covid, dan kami telah beri jadwal pada tanggal 14-15 September 2020,” pungkasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3
Komentar
loading...