BMKG Ingatkan Warga Sultra Waspada Cuaca Ekstrem 9-11 September

481
 

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari mengingatkan warga Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem antara 9 September sampai 11 September 2020.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Klas II Kendari Ramlan menyatakan, Sulawesi Tenggara merupakan provinsi yang mempunyai wilayah daratan dan kepulauan, terletak di antara Teluk Bone pada bagian barat, Laut Banda pada bagian timur, dan Laut Flores pada bagian selatan.

- Advertisement -

Menurut dia, dampak dari letak tersebut terhadap dinamika atmosfer yang bervariasi. Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pada 9 September 2020, terpantau adanya gangguan skala regional yaitu MJO dan gelombang type Low di wilayah Utara Sulawesi Tenggara sehingga berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah tersebut, adanya daerah pertemuan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah perairan Sulawesi Tenggara.

“Bersamaan dengan itu, Massa udara basah Lapisan rendah terkonsentrasi di wilayah Sulawesi Tenggara sampai lapisan 700 mb mencapi 70 – 90%, serta indek labilitas ringan sampai sedang dan pola konvektif skala lokal di wilayah Sulawesi Tenggara , beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah sekitar Sulawesi Tenggara terutama bagian Laut Banda. Akibatnya, lanjut dia, hal itu akan menambah pasokan uap air cukup tinggi untuk mendukung pembentukan awan hujan cukup tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara,” bebernya.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam 3 hari ke depan potensi cuaca ekstrem, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa daerah.

Yakni, pada 9 September 2020 di wilayah Kendari, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Buton Utara, Konawe, Konawe Selatan dan Kolaka.

Pada 10 September 2020 di wilayah, Kendari, Kolaka Timur, Konawe Utara, Buton Utara, Konawe, Konawe Selatan, Bombana, serta Muna.

Pada 11 September 2020 di wilayah, Kendari, Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan dan Bombana.

Sedangkan potensi cuaca berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 15 knot sehingga berpotensi gelombang dengan tinggi gelombang 1.25– 2.5 meter atau kategori gelombang sedang terjadi di wilayah Perairan Baubau bagian utara dan selatan, Perairan Utara Wakatobi bagian barat, Perairan Selatan Wakatobi bagian barat, Perairan Manui Kendari bagian barat, Teluk Tolo bagian Barat.

Sementara tinggi gelombang 2.5– 4.0 meter atau kategori gelombang tinggi, terjadi di wilayah Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara bagian Barat, Utara, Timur, dan Selatan, Perairan Manui Kendari bagian Timur, Perairan Utara Wakatobi bagian Timur, Perairan Selatan Wakatobi bagian Timur, Teluk Tolo bagian Timur, Perairan Banggai bagian Selatan.

“BMKG Sulawesi Tenggara kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran dan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, seperti Perairan Baubau, Wakatobi, Manui, Kendari,Teluk Tolo, Banggai, dan laut Banda Timur Sultra agar tetap selalu waspada.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...