Pembatasan Aktivitas Masyarakat Malam Hari, Dinilai Tidak Efektif Putus Rantai Corona

489
Ilustrasi Virus Covid-19

Kendari, Inilahsultra.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Samsuddin Rahim menilai, Peraturan Wali Kota Kendari tentang pembatasan aktivitas warga pada malam hari tidak akan efektif dan tidak efisien dalam memutus penyebaran virus corona.

“Perwali itu harus dikaji atau dipelajari kembali dan penerapannya harus dilakukan lagi lebih dalam agar timbul kesadaran mayarakat. Jangan sampai masyarakat tidak patuh dengan aturan yang dikeluarkan oleh Pemkot, sehingga menimbulkan konflik sosial,” kata Samsuddin Rahim belum lama ini.

- Advertisement -

Lanjut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, perwali tersebut jika dilihat sepintas ada pembatasan aktivitas masyarakat pada pukul 22.00 Wita sampai 04.00 Wita ini kurang efektif dan kurang efisien.

“Dari aspek data yang dikumpulkan oleh Pemkot Kendari, apakah sumber corona dari para kuliner atau pedagang yang beraktivitas malam hari?,” katanya bertanya.

Sesuai dengan protokol kesehatan, aktivitas masyarakat tidak perlu dibatasi pada malam hari saja. Tapi yang harus diwaspadai aktivitas masyarakat Kota Kendari sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Corona itu kita tidak mengerti dan siapa pun belum ada yang mengerti dari mana asal usulnya. Jika Pemkot Kendari mempunyai data akurat bahwa corona ini sumbernya pada malam hari, saya kira ini perlu kita apresiasi, tetapi jika tidak mempunyai data maka harus ditinjau kembali Perwali tersebut,” ujarnya.

Mantan Ketua DPRD Kota Kendari ini menjelaskan, jika ada pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari berarti harus ada juga pembatasan aktivitas siang hari dan itu diberlakukan bukan hanya untuk masyarakat Kota Kendari, tetapi masyarakat dari luar daerah yang masuk di Kota Bertaqwa.

Kota Kendari, lanjut dia, merupakan tempat bertemunya orang dari berbagai daerah sehingga harus dibatasi jika diberlakukan Perwali tersebut.

“Pembatasan aktivitas siang juga harus diberlakukan, karena masyarakat dari luar Kota Kendari banyak masuk siang hari ke Kendari. Dibatasi jalur masuk dari kabupaten-kabupaten lain, karena bisa jadi corona itu berasal dari warga kabupaten lain,” jelasnya.

Dengan adanya Perwali tersebut, kata dia, Pemkot Kendari harus menyiapkan area untuk para pedagang tersebut, tapi terlebih dulu harus turun mendengarkan keluhan atau pendapat masyarakat.

“Penyiapan areal ini, saya menilai tidak akan efektif, karena para penjual ini mempunyai konsumen tersendiri pada malam hari. Harus dikaji dan dipelajari kembali perwali tersebut, karena kita bekerja ini untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan mengatakan, Perwali Nomor 27 tahun 2020 merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan itu menjadi sesuatu hal yang dilakukan setiap daerah.

Karena, lanjut dia, virus corona menyerang siapa saja, sehingga wali kota mengeluarkan Perwali semata-mata untuk memutus penyebaran wabah mematikan itu.

“Keputusan wali kota ini sulit diterima masyarakat. Ada enak dan ada tidak enaknya, karena kondisi masyarakat saat ini semua tidak enak. Namun ini dilakukan semata-mata untuk keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi,” jelasnya.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, perwali tinggal dilaksanakan secara teknis dan penjual boleh membuka di waktu yang cepat.

“Misalnya buka pukul 16.00 Wita dan tutup jam 22.00 Wita, karena jadwal ini merupakan jalan tengah untuk menjalankan aktivitasnya, dan yang lebih penting lagi untuk keselamatan kita semua,” tutupnya.

Dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan memberikan sanksi denda Rp100 ribu hingga Rp200 ribu bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Denda tersebut, tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 27 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Tak hanya itu, Pemkot Kendari juga memberlakukan pembatasan aktivitas jam malam mulai pukul 22.00 Wita sampai dengan 04.00 Wita, tertuang dalam surat edaran Wali Kota Nomor 443.1/2992/2020 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Dalam Rangka Pencegahan Resiko Penyebaran Covid-19 di Kota Kendari.

Penulis : Haerun

Facebook Comments
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
loading...