Kuasa Hukum Rajiun Laporkan Rusman Emba ke Polda Sultra

2833
 

Kendari, Inilahsultra.com Kuasa hukum Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada Safruddin melaporkan Bupati Muna LM Rusman Emba ke Polda Sultra, Kamis 10 September 2020.

Kuasa hukum Rajiun Tumada, Safruddin dalam rilisnya menyebut, Rusman tidak berhak mengumumkan identitas pasien yang terinfeksi covid. Terlebih, yang dimumumkan itu adalah rivalnya di Pilkada Muna.

- Advertisement -

“Data tersebut seharusnya bukan dia yang mengumumkan. Selain itu secara blak-blakan ia menyebarkan identitas pribadi pasien Covid-19 yang merupakan rivalnya dalam Pilkada Muna ini,” kata Safruddin.

Ia menduga, pengumuman itu didasari oleh kepentingan politik di Pilkada Muna.

“Diduga syahwat politik tidak bisa terpisahkan dari peristiwa ini,” sebutnya.

Untuk itu, mereka melaporkan Rusman Emba ke Polda Sultra terkait dugaan pelanggaran UU ITE Pasal 26 dan 45 Jo. Pasal 32 UU 44 Tahun 2008 tentang Rumah Sakit Jo. Pasal 54 UU Keterbukaan Informasi Publik Jo. Pasal Permenkes 36 Tahun 2012 dengan ancaman penjara 4 tahun dan denda Rp. 750.000.000.

“Tidak boleh diumbar begitu saja data pasien. Ada aturannya. Apalagi sampai ada indikasi dipolitisir untuk menjatuhkan lawan politik. Ini kan cara-cara yang sangat licik,” beber Sarifudin.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan menyebut, pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

“Sudah masuk dan diterima oleh penyidik,” imbuhnya.

“Tadi dilaporkan oleh kuasa hukumnya soal undang-undang ITE,” imbuhnya.

Terhadap laporan itu, Rusman mengaku semua orang berhak membuat laporan. Namun sebagai kepala daerah ia memiliki hak melindungi warganya dari bahaya virus corona.

Ia juga mengaku tidak ada hubungannya dengan politik terkait status Rajiun terinfeksi covid.

“Saya sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Muna memiliki kewajiban kepada masyarakat saya bagi yang pernah kontak erat agar segera memeriksakan diri,” katanya dihubungi lewat telepon selulernya.

Sebelumnya, Rusman menyebut, aktivitas Rajiun terbilang terbuka dan mengerahkan massa yang besar dalam kegiatan politiknya. Padahal, saat itu Rajiun telah didiagnosa oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sultra terinfeksi virus corona berdasarkan hasil swab.

“Saya khawatir jangan sampai masyarakat saya tertular. Karena kemarin itu banyak warga yang turut ikut dalam rombongannya (Rajiun Tumada),” kata Rusman saat dihubungi, Senin 7 September 2020.

Ia menyebut, mengumumkan kasus covid yang menginfeksi calon rival politiknya itu bukan untuk menjatuhkan LM Rajiun Tumada. Tetapi, lebih dari itu, ia hanya ingin menyampaikan kepada warganya yang pernah kontak dengan Rajiun Tumada untuk segera melaporkan diri.

“Jadi, saya berbicara sebagai gugus tugas bukan lawan politik. Tidak ada lawan politik. Kita berkompetisi dengan baik. Virus corona juga bukan aib. Namun, untuk mengantisipasi penularan, maka sebagai kepala daerah, saya wajib mengumumkan kepada warga saya untuk waspada dan segera melakukan test rapid,” bebernya.

Rusman mengaku, setiap calon kepala daerah yang terinfeksi covid, memiliki regulasi yang jelas diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam regulasi juga disebutkan bahwa calon kepala daerah yang positif covid tidak dibatalkan pencalonannya

“Jadi ini bukan soal rival politik. Tapi ini hanya bentuk upaya kewaspadaan saja. Kalau ditutupi terus, ini bahaya terhadap warga saya juga. Padahal hasilnya sudah keluar sejak 4 September. Untuk itu, tidak ada sama sekali persoalan politik. Ini hanya untuk mengklirkan informasi yang liar di media sosial,” tegasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...