Cegah Praktik Korupsi, Pemkab Busel Genjot Tata Kelola Pemerintahan Lewat E-Government

208
 

Batauga, Inilahsultra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) mengikuti evaluasi Monitoring Control For Prevention (MCP) yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI secara virtual, Jumat 11 September 2020.

Evaluasi MCP ini melibatkan 13 unsur OPD dan Bagian Lingkup Pemkab Busel.

- Advertisement -

Asisten III Setda Busel La Asari meminta setiap OPD/Bagian yang menjadi unsur area monitoring dan evaluasi untuk memenuhi prosedur dan mengisi seluruh data sesuai yang diharapkan oleh KPK.

“Karena melalui monitoring seperti ini bisa membantu kita mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Jadi diharapkan semua OPD/Bagian dapat saling berkoordinasi menyiapkan data dan dokumen yang dibutuhkan,” pintanya.

Tim Koordinator Pencegahan (Korgah) Wilayah VII KPK Uding Juharudin menuturkan, monitoring ini dimaksudkan untuk mewujudkan e-government yang bebas dari praktik korupsi. Sehingga tiap area intervensi KPK memetakan titik rawan dan mempersiapkan action plant dalam mengatasinya.

Contohnya, lanjut Uding, pada area perencanaan dan penganggaran APBD yang titik rawannya adalah alokasi anggaran yang tidak fokus pada kepentingan publik, hibah dan bantuan sosial (Bansos) yang tidak tepat serta intervensi dari pihak luar.

“Jadi ada delapan area investasi evaluasi MCP oleh KPK. Masing-masing, perencanaan dan penganggaran ABPD, pengadaan barang jasa, APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, tata kelola dana desa dan perizinan,” tutur Uding.

Sementara itu, Inspektur Daerah Busel Maharudin mengatakan, hasil evaluasi hari ini menjadi masukkan untuk perbaikan dan yang masih kurang segera dilengkapi dokumennya sesuai arahan dan harapan KPK melalui aplikasi JAGA.ID.

“Kendala yang kami hadapi adalah kelengkapan data ini melibatkan lintas sektor OPD/Bagian. Sehingga terkadang terkendala pada pengumpulan dokumen dan datanya untuk disajikan pada aplikasi JAGA.ID,” pungkas Maharudin.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...