Basarnas Kendari Sosialisasi Sistem Deteksi Dini 2020 dan Gelar Latihan SAR Daerah

190
 

Kendari, Inilahsultra.com – Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas) Kendari Sosialisasi sistem deteksi dini dan gelar latihan SAR Daerah. Kegiatan latihan SAR daerah akan berlangsung selama dua hari, dimulai Senin 14-15 September 2020.

Kegiatan sosialisasi sistem deteksi dini diikuti sebanyak 53 orang, terdiri dari Instansi pemerintah daerah dan swasta. 40 orang terdiri dari instansi terkait dan pihak perusahaan kapal.

- Advertisement -

Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Sistem Komunikasi Brigjend (TNI) Widjang Pranjoto dan dihadiri oleh Wali Kota Kendari, ketua DPRD akota Kendari, unsur pimpinan TNI/Polri, instansi terkait dan perwakilan perusahaan kapal.

Direktur Sistem Komunikasi Basarnas, Brigjen TNI Widjang Pranjoto mengatakan,
sosialisasi ini untuk menyebarluaskan informasi tentang deteksi dini tentang penyelamatan nyawa manusia.

“Dengan adanya teknologi, masyarakat banyak yang belum mengetahui bahwa alat-alat yang bisa kita gunakan itu bisa memberikan titik-titik yang lebih tepat, karena ditangkap langsung oleh satelit,” jelas Widjang Pranjoto.

Dari satelit kemudian diolah, sumber titik koordinatnya dari koordinat mana, sehingga bisa memberikan informasi langsung ke Kantor SAR yang ada di Jakarta, karena SAR mempunyai stasiun dunia.

“Sehingga mempercepat adanya suatu kejadian dan makin cepat menanganan, dengan makin cepat penanganan diharapkan penyelamatan nyawa manusia semakin cepat dan tidak terjadi korban jiwa,” bebernya.

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensinergikan dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan operasi SAR saat terjadi bencana maupun kecelakaan.

“Meningkatkan kualitas dan kompetensi para potensi SAR agar selalu siap dalam mendukung Operasi SAR, serta untuk memberikan gambaran tentang sistem deteksi dini yang dimiliki dan dikelola oleh Basarnas,” jelas Widjang Pranjoto dalam sambutannya.

Widjang Pranjoto juga mengajak semua komponen yang mempunyai atau mengoperasikan Radio Beacon agar meregistrasikan Radio Beacon yang dimiliki ke Basarnas.

“Karena dengan meregistrasikan Radio Beacon yang dimiliki, secara tidak langsung telah berkontribusi dalam peningkatan respons time Basarnas dan bisa berdampak pada meningkatnya jumlah korban yang dapat diselamatkan saat terjadi kecelakaan,” sambungnya.

Selain itu, Widjang Pranjoto juga mengingatkan di masa pandemi Covid-19, tetap disiplin dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan tetap menjaga jarak dan saat berinteraksi.

Ditempat yang sama, Kasubdit Dukungan Komunikasi dan Sertifikasi Basarnas, Anggit Mulyo Satoto membeberkan, pentingnya sosialisasi deteksi dini dengan mengoperasikan Radio Beacon, untuk mendeteksi dini terhadap musibah pelayaran, penerbangan dan perorangan melalui sistem satelit.

“Sistem sosialisasi deteksi dini, ada tiga peralatan untuk memberikan masukan dan pengetahuan bagi operator penerbangan, pelayanan dan perorangan dalam mengahadapi kecelakaan,” tuturnya.

Kata dia, tiga peralatan itu terdiri dari Radio Beacon yakni Emergency Locator Transmitter (ELT) untuk penerbangan, dan Emergency Position |ndicat’mg Radio Beacon (EPIRB) untuk pelayaran serta personal Locator Beacon (PLB) untuk perorangan.

Untuk diketahui, pelaksanaan kegiatan ini telah mendapat rekomendasi dari pihak Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan tetap mengikuti prosedur kesehatan Covid-19.

Salah satunya dengan mengadakan tes rapid terhadap seluruh peserta sosialisasi dan latihan SAR daerah, para tamu undangan, panitia hingga petugas hotel yang melakukan kontak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...