Hampir 100 Persen Warga Busel Dapat Jaminan Kesehatan Gratis

239
 

Batauga, Inilahsultra.com – Kemudahan dan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi salah satu komitmen Bupati Buton Selatan (Busel) H La Ode Arusani. Utamanya kepada masyarakat kurang mampu atau berpenghasilan rendah.

Komitmen tersebut dituangkan dalam bentuk pemberian jaminan kesehatan gratis dalam program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Total terdapat 93,8 persen atau 92.763 jiwa dari total 98 ribu jiwa penduduk Busel yang telah terjangkau program kesehatan gratis pada 2020 ini.

- Advertisement -

Semua capaian tersebut, hanya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan mendekatkan fasilitas serta membebaskan biaya kesehatan untuk masyarakat tidak mampu.

“Karena kita ini pelayan masyarakat, maka target capaian pelayanan kesehatan baik penyediaan fasilitas maupun kualitas layanan akan terus menjadi perhatian serius Pemkab Busel,” tutur Bupati Busel H La Ode Arusani, Selasa 15 September 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Busel La Ode Budiman menambahkan, alokasi anggaran untuk membiayai program jaminan kesehatan pada 2020 ini mencapai Rp 21 miliar.

Rincian pembiayaannya, lanjut Budiman, dari 93,8 persen atau 92.763 jiwa yang terjangkau program tersebut terdiri dari 40.343 jiwa yang dibiayai dari pemerintah daerah, dari APBN sejumlah 46.143 jiwa, penyelenggara negara 4.775 jiwa, serta pembiayaan sektor swasta dan lain-lain sejumlah 1.502 jiwa.

Kata La Ode Budiman, pemberian jaminan kesehatan sesuai instruksi Bupati telah masuk tahun ketiga sejak 2018 lalu. Dari tahun ke tahun, alokasi anggaran maupun kepesertaan terus mengalami peningkatan.

Pada 2018, pemerintah daerah menganggarkan program tersebut sejumlah Rp 4 miliar, lalu naik pada 2019 sebesar Rp 11 miliar dan meningkat lagi pada 2020 mencapai Rp 21 miliar.

“Anggaran ini kalau kita bangunkan gedung atau jembatan kelihatan fisiknya tapi kan ini bagaimana meningkatkan kesejahteraan, karena kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Saat ini kita membayar lebih dari Rp 1 miliar ke BPJS setiap bulannya, kita harapkan semua masyarakat yang tidak mampu harus dikafer oleh pemerintah daerah, utamanya untuk mendapat pelayanan kesehatan,” tandas Budiman.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...