Koordinasi dengan Menteri PU, Ridwan Bae : Jalan di Tongauna Akan Dikerjakan Awal 2021

2622
 

Kendari, Inilahsultra.com Setelah mendapat sejumlah foto viral di media sosial terkait jalan rusak di Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe, Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Ridwan Bae langsung bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Saya sudah bicarakan langsung dengan Menteri PUPR dan Dirjen tadi pagi terkait perbaikan jalan tersebut,” kata Ridwan Bae kepada Inilahsultra.com, Selasa 15 September 2020.

- Advertisement -

Ia menyebut, Menteri PUPR langsung menggunakan hak diskresinya sebagai pejabat negara agar jalan tersebut segera diperbaiki.

Berdasarkan pembicaraan dengan Menteri PUPR, lanjut Ridwan, jalan tersebut akan dialokasikan perbaikannya pada APBN 2021.

“Jadi, akan mulai dilelang pada tahun ini akhir 2020,” bebernya.

Ia menyebut, langkah ini harus segera diambil mengingat jalan tersebut adalah jalur vital yang menghubungkan beberapa Kabupaten bahkan provinsi.

“Sebagai bentuk respon cepat, kami langsung membicarakan perbaikan jalan tersebut,” katanya.

Diberitakan, sudah 16 tahun jalan yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kolaka Utara di Desa Asal Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe belum juga diperbaiki.

Warga dan mahasiswa sudah beberapa kali menggelar demonstrasi di kantor wakil rakyat dan pemerintah. Namun hasilnya sama saja. Jalan masih tetap rusak.

Kali ini, mereka menggelar aksi unik yang kemudian diposting di media sosial. Foto itu berupa aktivitas mahasiswa minum kopi atau ngopi sambil membaca buku di kubangan.

Selain itu, frame foto lain adalah saat mahasiswa menanam padi di jalan rusak tersebut. Postingan ini kemudian viral di media sosial dan mengundang banyak reaksi dari warganet.

Salah satu pemuda Tongauna Dwi Septiawan mengaku, foto itu pertama kali diposting waktu bencana yang melanda Konawe beberapa waktu lalu.

“Itu beberapa minggu lalu waktu banjir. Itu sebagai bentuk protes kami atas kerusakkan jalan di desa kami,” kata Dwi saat dihubungi Inilahsultra.com, Selasa 15 September 2020.

Dwi mengaku, jalan ini terakhir kali disentuh kebijakan pemerintah di era Bupati Konawe Razak Porosi sekitar 2004 silam. Setelah itu, pemerintahan Lukman Abunawas hingga Kery Syaiful Konggoasa sama sekali belum mendapatkan perhatian.

Bahkan, jalan provinsi itu dibiarkan terus yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat di daerah itu.

“Di sini mayoritas petani padi. Jadi biaya operasional bertambah karena rusaknya jalan. Kalau hujan, motor mogok dan mobil mengalami kerusakkan akibat jalan yang tak kunjung diperbaiki ini,” imbuhnya.

Ketua KNPI Kecamatan Tongauna ini berharap dengan foto yang viral itu, pemerintah terketuk hatinya dan segera turun tangan memperbaiki jalan kurang lebih 20 kilometer tersebut karena selain kerusakkan kendaraan, sudah ada warga yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.

Ia juga menyebut, DPRD Konawe dan DPRD Provinsi Sultra sudah pernah berkunjung di desa tersebut untuk meninjau langsung kerusakkan jalan. Bahkan, mereka sempat berdialog dengan warga.

“Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ujarnya.

Ia berharap, jalan tersebut bisa segera diperbaiki sekalipun bertahap agar perekonomian warga tidak terganggu.

“Kami juga paham tidak langsung selesai dan harus bertahap. Kami iri dengan jalan-jalan lain yang diperlebar, di-cutting. Ini tidak perlu. Hanya kami minta tolong diperbaiki saja,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...