Simulasi Lima Kru Kapal Terbakar di Sekitar Pulau Bokori Divakuasi Tim SAR Kendari

558
 

Kendari, Inilahsultra.com – Lima kru kapal terbakar di sekitar Perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Selasa 15 September 2020 sekira pukul 10.23 WITa. Kapal tersebut diketahui rute Kendari-Keleruang.

Basarnas Kendari menerima informasi dari RCC Basarnas yang menginfokan telah terpantau sinyal Distress pada titik koordinat 03 56.273′ S 122 39.53′ E dengan jarak kurang lebih 0,68 Nautical Mile dari Basarnas Kendari.

- Advertisement -

Kemudian, Basarnas Kendari meminta untuk melakukan pengecekan AIS kapal tersebut, untuk melakukan E-Broadcast terhadap kapal yang melintas di wilayah itu dan melakukan pengecekkan dan memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda adanya korban untuk memberikan bantuan SAR.

Informasi yang diperoleh Basarnas, sekira pukul 10.23 WITa telah terjadi kecelakaan kapal yakni KM Anugrah dengan jumlah POB lima orang. Berdasarkan laporan itu, tim Rescue Basarnas Kendari diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR.

Dari hasil pencarian, tiga kru kapal ditemukan. Tak lama kemudian, dua orang lainnya juga ditemukan. Usai ditemukan, mereka dievakuasi menuju pelabuhan Bokori. Setelah lima Crew kapal telah ditemukan dan sudah dievakuasi, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

Adapun data korban yakni Tison (41) selaku Nakhoda, Lakupa (25), Pundu (35), Sasuke (27) dan Ehe (37).

Kronologi kejadian di atas, merupakan kegiatan simulasi (latihan) SAR Daerah yang diadakan oleh Basarnas Kendari bertempat di pelabuhan penyeberangan Pulau Bokori.

Latihan SAR Daerah ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dilapangan, apabila terjadi Operasi SAR di wilayah Perairan Kendari atau di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Latihan ini diikuti oleh 40 orang peserta dari unsur TNI-Polri dan Instansi atau lembaga pemerintah, swasta, kelompok pencinta alam dan nelayan kota Kendari.

Kepala Basarnas Kendari, Aris Sofingi mengatakan, hari ini Basarmas Kendari melaksanakan latihan SAR Daerah tahun 2020. Adapun kegiatannya dalam latihan ini adalah untuk menguji protap pelaksanaan operasi.

“Peralatan-peralatan deteksi dini yang di harus dimiliki oleh semua operator penerbangan, pelayaran maupun juga untuk personil. Hari ini diujikan dalam kegiatan latihan ini bentuknya seperti simulasi,” paparnya.

Kata dia, dalam simulasi telah terjadi suatu emergency atau signal distres dari alat yang dipancarkan yaitu peralatan deteksi dini dengan pancaran signal sehingga tim SAR langsung melaksanakan aksi untuk pencarian lokasi di mana lokasi dipancarkan.

Menurut Kasi Rencana dan Pengembangan Basarnas, Suyatno, kegiatan ini sangat memuaskan, sudah sesuai dengan yang diharapkan.

“Sudah bagus, koordinasinya dengan instansi terkait juga bagus. Kedepannya, lebih ditingkatkan lagi dengan potensi-potensi SAR yang ada di Kendari,” tutupnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...