Warga Tongauna Konawe Lakukan Protes dengan Tanam Padi dan Ngopi di Jalan Rusak

799
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sudah 16 tahun jalan yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kolaka Utara di Desa Asal Kecamatan Tongauna Kabupaten Konawe belum juga diperbaiki.

Warga dan mahasiswa sudah beberapa kali menggelar demonstrasi di kantor wakil rakyat dan pemerintah. Namun hasilnya sama saja. Jalan masih tetap rusak.

- Advertisement -

Kali ini, mereka menggelar aksi unik yang kemudian diposting di media sosial. Foto itu berupa aktivitas mahasiswa minum kopi atau ngopi sambil membaca buku di kubangan.

Selain itu, frame foto lain adalah saat mahasiswa menanam padi di jalan rusak tersebut. Postingan ini kemudian viral di media sosial dan mengundang banyak reaksi dari warganet.

Salah satu pemuda Tongauna Dwi Septiawan mengaku, foto itu pertama kali diposting waktu bencana yang melanda Konawe beberapa waktu lalu.

“Itu beberapa minggu lalu waktu banjir. Itu sebagai bentuk protes kami atas kerusakkan jalan di desa kami,” kata Dwi saat dihubungi Inilahsultra.com, Selasa 15 September 2020.

Dwi mengaku, jalan ini terakhir kali disentuh kebijakan pemerintah di era Bupati Konawe Razak Porosi sekitar 2004 silam. Setelah itu, pemerintahan Lukman Abunawas hingga Kery Syaiful Konggoasa sama sekali belum mendapatkan perhatian.

Bahkan, jalan provinsi itu dibiarkan terus yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat di daerah itu.

“Di sini mayoritas petani padi. Jadi biaya operasional bertambah karena rusaknya jalan. Kalau hujan, motor mogok dan mobil mengalami kerusakkan akibat jalan yang tak kunjung diperbaiki ini,” imbuhnya.

Ketua KNPI Kecamatan Tongauna ini berharap dengan foto yang viral itu, pemerintah terketuk hatinya dan segera turun tangan memperbaiki jalan kurang lebih 20 kilometer tersebut karena selain kerusakkan kendaraan, sudah ada warga yang mengalami kecelakaan di lokasi tersebut.

Ia juga menyebut, DPRD Konawe dan DPRD Provinsi Sultra sudah pernah berkunjung di desa tersebut untuk meninjau langsung kerusakkan jalan. Bahkan, mereka sempat berdialog dengan warga.

“Tapi sampai sekarang belum juga diperbaiki,” ujarnya.

Ia berharap, jalan tersebut bisa segera diperbaiki sekalipun bertahap agar perekonomian warga tidak terganggu.

“Kami juga paham tidak langsung selesai dan harus bertahap. Kami iri dengan jalan-jalan lain yang diperlebar, di-cutting. Ini tidak perlu. Hanya kami minta tolong diperbaiki saja,” pungkasnya.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...