Siarkan Positif Corona, Kuasa Hukum Rajiun Laporkan 4 Media ke KPID Sultra

360
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kuasa hukum bakal calon Bupati Muna LM Rajiun Tumada melaporkan empat media televisi swasta ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu 16 September 2020. Keempat media televisi nasional itu adalah Inews TV, Indosiar, RCTI dan Global TV.

Postingan terkait laporan itu kemudian tersebar di media sosial Facebook melalui akun Asbar Alingkohan dan dicapture lalu disebar di group Whatsapp. Asbar yang mengaku sebagai kuasa hukum melaporkan empat media itu ke KPID Sultra yang diterima langsung komisioner KPID Sultra.

- Advertisement -

Kuasa hukum LM Rajiun Tumada, Sarifudin mengaku, pelaporan itu terkait dengan siaran empat media televisi tersebut soal Rajiun yang disebut terinfeksi virus corona. Padahal, kata dia, pihak Rajiun tidak percaya dengan hasil swab yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Sultra pada 4 September 2020.

Menurut dia, pemberitaan empat media yang tayang pada 9 September 2020 itu, tidak sesuai fakta karena narasumbernya tidak akurat.

Harusnya, kata dia, narasumber yang akurat adalah Laboratorium RS Bahteramas Kendari, dokter yang menangani atau Rajiun sendiri.

“Pemberitaan pada 9 September itu dari mana sumbernya?,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu 16 September 2020.

Ia menyebut, atas pemberitaan itu, kliennya merasa dirugikan dan dikagetkan. Sebab, hasil swab diklaim belum sampai di tangan LM Rajiun Tumada.

Ia mengaku, uji swab Rajiun yang dikeluarkan Laboratorium RS Bahteramas Kendari nanti diterima pada 14 September 2020 dengan hasil negatif.

Ia berharap, KPID segera memanggil empat media tersebut yang dianggap pemberitaannya keliru dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sultra Asman Hamidu telah menerima aduan tersebut.

Ia menyebut, aduannya berupa keberatan pihak Rajiun atas penyampaian informasi terkait penyebaran identitas Rajiun di media penyiaran.

“Menyangkut masalah identitas pribadi secara terbuka,” imbuhnya.

Terhadap laporan itu, pihaknya akan menelaah lebih dalam, apakah penyampaian informasi lewat media penyiaran itu menyalahi undang-undang 32 atau PKPI serta P3SPS. Pihaknya juga akan mengklarifikasi empat media yang dilaporkan tersebut.

Sementara itu, Produser Inews TV Sulawesi Tenggara Asdar Zuula meyakini pemberitaan mereka sudah terkonfirmasi dengan narasumber kompeten.

Dalam pemberitaan Rajiun terinfeksi covid, narasumber yang dimintai keterangan adalah Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra M Ridwan dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra selaku lembaga yang menerima syarat pencalonan bebas virus corona calon kepala daerah.

Rajiun sendiri, merupakan Bupati Muna Barat yang maju di Pilkada Muna 2020.

“Jadi semua sudah terkonfirmasi. Kerja-kerja jurnalis kita sudah sesuai dengan kode etik dan undang-undang pers tentang verifikasi data kepada narasumber yang kompeten,” kata Asdar Zuula.

Ia mengaku, pihaknya tidak serta merta langsung memberitakan atas informasi liar yang belum terverifikasi. Ia juga menegaskan, pengumuman hasil swab Rajiun yang dinyatakan positif tak ada hubungannya dengan politik.

“Kita tidak ada itikad buruk. Kita bekerja profesional dan melakukan verifikasi terhadap narasumber kompeten,” imbuhnya.

Terhadap laporan di KPID, ia mengaku siap memberikan keterangan atas produk jurnalistiknya jika dipanggil. Ia juga sudah berkoordinasi dengan Pemimpin Redaksi Inews di Jakarta.

“Kita siap saja kalau dipanggil KPID Sultra. Secara kelembagaan juga kita sudah koordinasikan ke kantor di Jakarta,” pungkasnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...