Kasus Covid Terus Meningkat, Pemkot Kendari Dinilai Tak Jujur Klaster Positif Corona

781
 

Kendari, Inilahsultra.com – Panitia khusus (Pansus) Covid-19 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyoroti cara Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam melakukan penanganan kasus corona tidak berjalan dengan maksimal.

Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik menjelaskan, meningkatnya kasus virus corona di Kota Kendari diakibatkan tidak ada keterbukaan dari pemerintah kota terkait klaster pasien terkonfirmasi positif.

- Advertisement -

Selain kasus positif, kata Rajab, banyak kontak erat atau Orang Tanpa Gejala (OTG) dan suspek Covid di Kota Kendari, tapi tidak ada solusi yang diberikan pemerintah kota bagaimana untuk mengetahui hal tersebut.

“Kasus Covid di Kota Kendari melonjak begitu drastis, harusnya pemerintah kota dan gugus tugas jujur dan terbuka informasi kontak erat, suspek, terutama klaster kasus positif. Itu kasus positif dari klaster mana, apakah klaster dari luar kota atau dari dalam kota. Ini yang sebenarnya harus diungkap dalam mencegah penyebaran Covid,” kata LM Rajab Jinik, Kamis 17 September 2020.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari ini menjelaskan, dengan adanya informasi klaster kasus positif berasal dari mana, dan pemerintah kota menyampaikan pemetaan tentang lokasi-lokasi klaster positif atau zona merah di kelurahan harus ada pembatasan wilayah.

“Kita minta pemerintah kota buka terang benderang di mana saja klaster-klaster zona merah itu. Misalnya, saya masuk di kelurahan dan pemerintah kelurahan menerapkan protokol keseahatan di pintu masuk bahwa kelurahan ini rawan Covid. Jadi, tidak mungkin kita masuk bergaul di wilayah rawan corona,” jelasnya.

Kemudian, anggota Fraksi Golkar ini menyoroti juga Satgas Covid tingkat kelurahan yang sudah dibetuk oleh pemerintah kota tidak berfungsi, sementara sudah dialokasikan anggaran untuk menjamin keselamatannya mereka melalui BPJS.

“Gugus tugas tingkat RT dan kelurahan tidak berfungsi menurut saya, karena lurah tidak punya tanggung jawab besar. Pemerintah harus memfungsikan untuk memberikan informasi terhadap orang yang masuk di kelurahan, setidaknya pos kamling kembali difungsikan untuk posko covid masing-masing kelurahan karena sudah dianggarkan,” jelasnya.

Untuk itu, kata Rajab, Pansus Covid DPRD akan memanggil Tim Gugus Tugas Kota Kendari dalam rapat dengar pendapat terkait sudah berapa jauh langkah-lagkah kongkrit Pemkot Kendari dalam penanganan Covid tidak serta merta menyampaikan angka kasus covid.

“Kita akan bicarakan dengan gugus tugas Covid apa sebenarnya kendala, apakah soal anggaran atau apa. Ini yang harus dijelaskan pemerintah kota apa kendala penanganan Covid sehingga kasus corona terus bertambah setiap hari,” jelasnya.

Rajab mengaku, dirinya setuju dengan adanya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 47 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

“Meski ada sanksi saya sangat setuju dengan perwali itu, karena sebagai upaya mencegah dan memutus penyebaran Covid-19. Tapi kalau dengan pembatasan aktivitas jam malam tidak efektif mencegah apalagi memutus Covid-19, karena aktivitas siang hari begitu bebasnya orang keluar masuk di Kota Kendari,” jelasnya.

Ia menambahkan, harusnya pemerintah kota bisa mensinergikan perwali dan progres yang didasari dengan hasil evaluasi gugus tugas covid sebagai pelaksana teknis di lapangan dalam penanganan penyebaran Covid-19.

“Kita akan minta juga hasil evaluasi dari gugus tugas selama ada kasus Covid di Kota Kendari. Evaluasi mereka seperti apa untuk solusi dan kemajuan dalam mencegah penyebaran covid. Jangan tidak ada hasil evaluasi, tapi hanya menyampaikan angka-angka setiap hari. Saya kira masyarakat tidak butuh itu tapi butuh solusi dengan keadaan saat ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, total keseluruhan kasus positif Covid-19 di Kota Kendari sebanyak 799 orang, pasien yang dinyatakan sembuh 402 orang, meninggal tetap 18 orang dan pasien masih dalam perawatan isolasi atau karantina di rumah sakit sebanyak 379 orang

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...