Perwali Panen Kritikan, Sulkarnain : Idealnya Kita Cegah Covid Harus Lockdown

567
 

Kendari, Inilahsultra.com – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengakui Perwali pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari untuk mencegah penyebaran dan menekan angka Covid-19 menuai banyak kritikan dari sejumlah kalangan.

“Saya menyadari Perwali yang dikeluarkan banyak kritik dan banyak yang tidak terima, namun sebagai pemerintah harus bersikap dalam mengambil kebijakan dan kita sadar bahwa setiap kebijakan yang kita ambil itu pasti menimbulkan efek bagi sebagian pihak,” kata Sulkarnain Kadir saat ditemui di salah satu Hotel di Kota Kendari, Kamis 17 September 2020.

- Advertisement -

Orang nomor satu di Kota Kendari ini mengatakan, berbagai masukan dari sejumlah pihak salah satunya untuk memperketat jalur masuk di Kota Kendari melalui jalur darat, pelabuhan dan bandara dari pada menerapkan pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari.

“Semua sudah didiskusikan dan sudah dicoba selama enam bulan. Tapi langkah yang diambil pemkot semua diperhitungkan, karena biayanya terlalu besar untuk menerapkan lockdown,” jelasnya.

Terkait ada masukan untuk lockdown wilayah, kata Sulkarnain, kalau untuk menerapkannya memang efektif untuk mencegah penyebaran Covid, tetapi akan berdampak besar pada perekonomian di Kota Kendari.

“Memang idealnya ini lockdown, kita tutup semua idealnya jangan ada yang keluar rumah itu idealnya. Supaya tidak ada yang tertular, tapi efeknya kita tahu bersama berdampak pada ekonomi. Makanya apa yang bisa kita dan memungkinkan kita lakukan menerapkan Perwali,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat di Kota Lulo untuk mematuhi Perwali yang dikeluarkan, karena pembatasan jam malam semata-mata dalam rangka melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

“Mari kita bersama-sama mematuhi apa yang sudah dianjurkan pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19 dan mari kita saling melindungi dan mengingatkan terhadap bahaya virus corona,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik menilai penerapan perwali membatasi aktivitas masyarakat atau pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada malam hari tidak akan efektif dalam memutus penyebaran Covid-19, dan harus dikaji ulang oleh Pemkot Kendari.

“Perwali kita sepakat, tapi yang kita tidak sepakati itu pembatasan aktivitas masyarakat di malam hari. Perlu dikaji lagi lebih mendalam oleh pemerintah kota, karena saya menilai merugikan para pelaku UMKM yang memiliki sumber penghasilan dan mengantungkan hidupnya di malam hari,” kata LM Rajab Jinik belum lama ini.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...