Pemkot Kendari Tak Berani Ambil Alih Pengelolaan Parkir di Pasar Basah Mandonga

1373
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki kewenangan mengambil alih pengelolaan parkir di Pasar Basah Mandonga yang dikelola oleh pihak ketiga di bawah kendali PT. Kurnia.

Pasalnya dalam nota kesepahaman atau MoU selama 20 tahun pengelolaan Pasar Basah Mandonga antara Pemkot Kendari dengan PT. Kurnia disebutkan, PT. Kurnia hanya mengelola pasar tersebut sementara lahan parkir di kelola Pemkot Kendari melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar.

- Advertisement -

Kerjasama pengelolaan Pasar Basah Mandonga dimulai sejak 2003 sampai 2023. Namun seiring berganti kepemimpinan sampai saat ini Pemkot Kendari tidak berani atau mengambil alih lahan parkir yang dinilai bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kendari.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Andi Sulolipu mengatakan, dalam waktu dekat ini Komisi II akan turun lapangan ke Pasar Basah Mandonga untuk melihat langsung kondisi pasar dan lahan parkiran yang sudah puluhan tahun dikuasai oleh pihak lain.

“Kita akan turun cek kondisi Pasar Basah Mandonga dan apapun hasil yang ditemukan kalau tidak sesuai aturan dan merugikan pemerintah kita akan rekomendasikan ke penegak hukum,” tegas Andi Sulolipu belum lama ini.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, pemerintah kota harus mengambil alih pengelolaan parkir kalau memang dalam MoU Pemkot memiliki kewenangan untuk mengambil alih parkiran.

“Kita belum ketahui pasti dalam MoU tersebut, tapi kalau memang seperti itu, pemerintah kota jangan takut dan jangan melakukan pembiaran untuk mengambil alih lahan parkir. Kami di DPRD Komisi II siapapun di belakang pengelola ini kita akan tabrak dan rekomendasikan ke penegak hukum kalau ada temuan,” tegasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota Kendari, Sri Yusnita mengatakan, seharusnya lahan parkir di Pasar Basah Mandonga dikelola oleh pemerintah kota melalui PD Pasar, karena sudah sesuai dengan kesepakatan bersama pengelola.

“Dalam MoU mereka PT Kurnia hanya mengelola pasarnya. Sementara
pengelolaan parkir harusnya pemerintah kota dalam hal ini PD Pasar yang berhak,” kata Sri Yusnita belum lama ini.

Saat ditanya kenapa lahan parkir tidak dikelola Pemkot, mantan Kepala Dinas PTSP Kota Kendari ini mengatakan, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab.

“Nanti tanya sama pimpinan, saya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab, karena ini perjanjian sudah lama,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari,
Sulkarnain Kadir mengatakan, MoU
dengan PT Kurnia selama 20 tahun dari sebelumnya terhitung sejak tahun 2003 sampai 2023 akan berakhir.

“Kontraknya masih multitafsir masing-masing bertahan dengan penafsirannya. Tapi kita upayakan lahan parkir di Pasar Basah Mandonga akan diambil alih Pemkot kendari,” kata Sulkarnain Kadir saat ditemui di salah satu Hotel di Kendari belum lama ini.

Saat ini, kata orang nomor satu di Kota Kendari ini sudah menugaskan Inspektorat Kendari untuk melakukan pemeriksaan pengkajian dalam memastikan hak-hak pemerintah kota untuk bisa ditunaikan.

“Saya sudah instruksikan Inspektorat melakukan pemeriksaan terkait Pasar Basah Mandonga. Kita upayakan yang terbaik untuk Kota Kendari, Insya-Allah akan kita diambil itu,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...