Tuntaskan Kasus SARA, Subdit CyberCrime Kedepankan Asas Verifikasi dan Klarifikasi

225
 

Kendari, Inilahsultra.com – Subdit Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra dalam menangani kasus tindak pidana ITE, seperti pencemaran nama baik atau pun penghinaan yang mengandung unsur SARA, saat menerima laporan baik berupa pengaduan atau berbentuk laporan informasi dari pelapor selalu mengedepankan asas verifikasi dan klarifikasi.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Reskrimsus Polda Sultra Kombes Pol Heri Tri Maryadi. Ia menuturkan, setiap pengaduan laporan selalu diverifikasi. Verifikasi berupa klarifikasi terhadap pelapor, saksi-saksi dan juga berkaitan dengan bukti segi tiga yaitu alat bukti dan barang bukti.

- Advertisement -

“Apabila memenuhi unsur bukti segitiga akan tindak lanjuti dengan penyelidikan lanjutan,” ungkap Heri Tri Maryadi, Jumat 18 September 2020 kemarin.

Lebih lanjut Heri Tri Maryadi mengatakan, sebagaimana tertuang dalam Perkap 06/2019 tentang penyidikan tindak pidana, personel Polri diberikan waktu 14 hari untuk lakukan penyelidikan. Sehingga prosesnya perlu memenuhi mekanisme yang ada, setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti yang ada, penyidik akan melakukan gelar perkara.

“Yaitu proses peningkatan kapasitas penyelidikan menjadi penyidikan, sehingga bisa menentukan dengan pro justitia demi keadilan,” sambungnya.

Kemudian, melakukan upaya didasari oleh UU yang berlaku yaitu UU ITE No.19 Tahun 2016. Untuk kelanjutannya khususnya siber, berkoordinasi dengan ahli. Baik itu kominfo, ahli bahasa, ataupun ahli yang dibutuhkan bila terkait masalah SARA dan terkait apa yang dikatakan di medsos dibutuhkan ahli bahasa.

“Saat ini unit cyber crime setiap ada laporan terkait ITE yang masuk, langsung melakukan profiling akun dengan alat yang tersedia. Sehingga bisa melihat apakah kasus penghinaan terkait SARA di medsos ini akun palsu atau asli, sehingga di teliti dengan pemeriksaan ahli agar tidak salah langkah dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan,” tuturnya.

Selain itu, masih kata Heri, terkait kasus yang sedang ditangani yang mengandung unsur SARA dan telah dilakukan secara professional dan proporsional dengan alat yang dimilik oleh Polda Sultra.

Hasilnya, ternyata ada beberapa akun yang memang palsu dan untuk mengatasi hal ini pihak Direskrimsus telah melakukan koordinasi dengan Mabes Polri untuk bisa dilakukan pelacakan terhadap akun palsu tersebut.

“Sejauh mana bisa terlacak, sehingga dimudahkan untuk kita lakukan tindakan,” jelasnya.

Heri menambahkan, perlu diketahui oleh masyarakat, apabila ada kegiatan yang memang ternyata mengandung kata berujung hinaan dan di share. UU ITE bukan kepada orang yang melakukan kegiatan tetapi kepada yang menyebarkan.

Kepada semua masyarakat di Sultra, agar bijak dalam menggunakan medsos dan lakukan sosialisasi kepada keluarga bahwa media sosial bukan tempat untuk melampiaskan kekesalan,” harapnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...