Jual Gas LPG 3 Kg Tanpa Izin, Tiga Warga di Konawe Diamankan Polisi

466
 

Kendari, Inilahsultra.com Tiga unit mobil pikap beserta tiga orang terduga pelaku penjualan gas LPG 3 kilogram secara ilegal, ditangkap oleh Subdit I Indaksi, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Kepolisian Daerah (Polda), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penangkapan mobil bermuatan tabung gas bersubsidi itu terjadi, di Jalan poros Morosi, Desa Medikonu, Kecamatan Bondoala, Kabupaten Konawe, 14 September 2020, sekira pukul 18.00 WITa.

- Advertisement -

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Kombes Pol Hari Tri Maryadi mengatakan, pihaknya menemukan tiga terduga pelaku inisial AR, AW dan HS. Ketiganya ditemukan saat melakukan pengangkutan gas elpiji bersubsidi dengan menggunakan mobil pikap.

“Saat itu, masing-masing mobil muat ratusan tabung gas, inisial AR muat 100 tabung, AW muat 144 tabung dan HR 106 tabung gas elpiji,” terang Hari Tri maryadi saat ditemui di Polda Sultra, Selasa 22 September 2020.

Ratusan tabung tersebut, lanjut Hari, dimuat menggunakan tiga mobil pikap tanpa izin dan tidak sesuai aturan Pertamina. Modusnya dengan cara mereka membeli dari dua pangkalan yang terletak di Jalan Anggaberi, Kabupaten Konawe dan pangkalan di Desa Sampara, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe, berinisial A dan J.

“Kemudian mereka jual kepada masyarakat dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.

Lebih lanjut Hari mengatakan, tabung gas tersebut diperoleh dari pangkalan dengan harga sekitar Rp16 ribu. Kemudian dijual lagi ke agen sekitar Rp18 ribu. Setelah itu dijual lagi ke masyarakat tanpa perantara (perorangan) dengan harga bervariasi, ada harga Rp38 ribu, bahkan sampai Rp40 ribu.

“Dua pangkalan di Konawe, menjual gas kepada pengecer diduga ada kerja sama. Namun kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Hari mengaku, pihaknya masih menyelidiki pelaku lain dari kasus ini. Dari keterangan ketiga terduga pelaku, sudah sekitar 3 tahun melakoni pekerjaan ini.

“Mudah-mudahan ke depannya tidak terjadi lagi seperti ini,” pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tiga terduga pelaku dikenakan Undang-Undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan junto Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman 4 tahun penjara.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...