Klaster Kasus Positif Corona di Kendari Sporadis dan Tak Terkendali

5033
 

Kendari, Inilahsultra.com Kasus Covid-19 di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin tak terkendali dan terus mengalami penambahan setiap hari sehingga mendekati angka seribuan kasus.

Berdasarkan data kewaspadaan Covid-19 Kota Kendari, Selasa 22 September 2020. Total keseluruhan kasus corona di Kota Kendari kini mencapai 924 orang dengan rincian kasus sembuh 519 orang, meninggal 18 orang dan masih dalam perawatan sebanyak 387 orang.

- Advertisement -

Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Kendari, LM Rajab Jinik meminta penjelasan dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Kendari dengan terus meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Bertaqwa.

“Kita minta penjelasan dari teman-teman gugus tugas seperti apa peningkatan dan kenapa kasus Covid-19 di Kota Kendari berjalan dan meningkat begitu cepat. Ini yang harus kita ketahui bersama-sama, jangan hanya diumumkan setiap hari angka-angka Covid tanpa penjelasan secara detil,” ujar Rajab Jinik, Selasa 22 September 2020.

Mewakil Ketua Gugus Covid-19 Kota Kendari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahminingrum mengungkapkan, melihat tren peningkatan kasus Covid-19 saat ini menunjukan belum ada tanda-tanda menurun, karena tidak bisa diketahui lagi klasternya seperti apa dan dari mana.

“Sekarang klaster kasus covid tidak bisa lagi kita ketahui dari mana klasternya, karena penularannya betul-betul ada di dalam Kota Kendari sendiri. Betul-betul sudah menjadi infeksi lokal di Kota Kendari dan kita tidak bisa lagi sebut ini kasus impor dari perjalanan atau apa,” kata Rahminingrum saat ditemui di Kantor DPRD Kota Kendari, Selasa 22 September 2020.

Terus meningkatnya kasus covid ini, kata dia, masyarakat harus betul-betul menerapkan protokol kesehatan secara utuh, tentunya terus menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan tidak berkerumun.

“Kita harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker ketika keluar rumah, cuci tangan ketika beraktivitas, selalu menjaga jarak satu sama lain dan kita jangan selalu berkerumun untuk menghindari terjadinya atau tertular covid,” jelasnya.

Sebenarnya, kata dia, kasus Covid-19 bisa meningkat karena proses tracking (pelacakan) dan testing (pemeriksaan) kepada siapa-siapa yang pernah kontak erat dengan pasien terpapar Covid-19.

Lanjut dia, kasus Covid bisa tidak bertambah atau berkurang dengan cara tidak lagi dilakukan proses tracking dan testing di masyarakat. Tapi, lanjut dia, dengan tidak ditahunya siapa yang terkonfirmasi positif akan menjadi bom waktu yang tidak diketahui siapa yang terpapar covid.

“Kalau mau turun kasusnya kita tidak usah dilakukan tracking dan testing pasti turun kasusnya. Tapi kita terus lakukan tracking dan testing yang cukup masif walau di sisi lain kasus makin tinggi, tapi paling tidak kita bisa tahu siapa-siapa yang positif di antara kita agar bisa menjaga jarak,” jelasnya.

Terus meningkatnya kasus Covid-19, kata dia, saat ini kapasitas rumah sakit rujukan di Kota Kendari sudah over kapasitas atau tidak bisa lagi menampung pasien Covid-19.

“Rumah sakit sudah penuh dan tidak bisa lagi menampung pasien Covid-19. Kita bergeser ke Bapelkes saat ini sudah penuh dan kita juga bergeser lagi di Diklat Puuwatu menampung pasien Covid-19,” ungkapnya.

Untuk itu, kata dia, dalam mencegah penyebaran dan meningkatnya kasus Covid-19 di Kota Kendari semua pihak harus mendukung langkah yang dilakukan pemerintah kota lewat perwali.

“Kita harus memikirkan bersama-sama bagaimana ini menekan kasus Covid-19, paling tidak jangan naik. Saya kira ini menjadi tanggung jawab kita bersama dan saya yakin dengan kerjasama kita semua kedisiplinan protokol kesehatan pasti kita bisa lalui,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1
Komentar
loading...