Sidak di Pasar Basah Mandonga, Dewan Temukan Beberapa Kejanggalan

790
 

Kendari, Inilahsultra.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek kondisi Pasar Basah di Mandonga yang dikeluhkan oleh kerukunan pengelola pasar.

“Setelah kita investigasi para pedagang dirugikan oleh pihak pengelola dengan adanya manajemen pasar ternyata diberatkan kepada para pedagang,” kata Ketua Komisi II Andi Sulolipu, Selasa 21 September 2020.

- Advertisement -

Andi Sulolipu mengungkapkan, ada beberapa kejanggalan yang ditemukan di Pasar Basah, yaitu tarif listrik yang memberatkan pedagang.

Para pedagang juga dipungut biaya kebersihan padahal fasilitas yang ada di Pasar Basah Mandonga sangat miris. Drainase tidak jalan, tempat jualan pedagang banyak yang rusak, terutama kondisi gedung yang tidak diperhatikan pihak pengelola pasar.

Berkait masalah lahan parkir ditemukan masih dikelola perusahaan padahal harusnya parkiran diambil alih oleh PD Pasar berdasarkan MoU.

“Dari anaslisa kami, pengelola membuat kontrak MoU di atas kotrak yang disepakati dengan pemerintah kota terkait pengelolaan parkirnya. Ini pengelola sudah melanggar perjanjian dengan pemerintah kota,” ungkapnya.

Atas temuan-temuan di lapangan, kata Politisi PDIP ini, Komisi II akan kembali melakukan Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama pemerintah kota dan pihak pengelola untuk membahas masalah yang ditemukan dan memberatkan para pedagang.

“Kita akan rapat kembali dengan memanggil pemerintah kota dan pengelola pasar kalau sampai tidak hadir, kalau pihak pengelola tidak hadir dan ada kejelasan. Maka kami minta pemerintah kota untuk memutus kontrak tersebut biar tidak sampai batas waktu dalam perjanjian, karena sudah langgar perjanjian dan merugikan para pedagang,” jelasnya.

Menurut Andi Sulolipu, masalah Pasar Basah Mandonga diakibatkan tidak ada sistem komunikasi yang intens antara pemerintah kota dan pihak pengelola, karena setiap rapat di DPRD pihak pengelola tidak pernah hadir untuk mencari solusi dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Difasilitasi oleh DPRD melalui rapat untuk dipertemukan dengan pemerintah kota, pihak pengelola pasar tidak pernah hadir dan tidak hadir lagi dalam rapat nanti, maka kami akan rekomendasikan perjanjian MoU diputus ke pemerintah kota,” tegasnya.

Andi Sulolipu menuturkan, jika dikelola dengan baik, Pasar Basah Manonga bisa menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Kota Kendari.

“Kita berharap semua PAD itu sumber pendapatan yang kita harus tertibkan. Sudah menjadi tanggung jawab kami di Komisi II sangat serius untuk menyelesaikan masalah tersebut sepanjang ada regulasi yang tidak betul dan ada aturan hukum yang dilanggar oleh pihak pengelola,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...