Kementerian ATR dan Pemkab Busel Rapat Bersama Bahas Raperda RTRW

351
 

Batauga, Inilahsultra.com – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buton Selatan (Busel) memasuki babak baru.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar rapat lintas sektor dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tata Ruang Wilayah Kabupaten Busel Tahun 2020-2040, secara tatap muka dan video conference, Rabu 23 September 2020.

- Advertisement -

Rapat lintas sektor dilaksanakan di ruang rapat Prambanan Lantai I Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang, Jakarta Selatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Busel H La Ode Arusani, Ketua DPRD, Asisten Bidang Perekonomian, Staf Ahli Bupati dan 5 Kepala OPD.

Sedangkan, OPD lainnya mengkuti rapat melalui video conference di aula rapat Kantor Bupati Busel di Batauga.

Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR RI Abdul Kamarzuki menyampaikan, RTRW adalah pintu masuk bagi investasi menuju negeri makmur dan sejahtera.

“RTRW ini menjadi landasan izin lokasi pembangunan dan dilanjutkan dengan penyusunan dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tiap kecamatan untuk mengambarkan pemanfaatan ruang secara lebih rinci,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Busel H La Ode Arusani mengatakan, Kabupaten Busel yang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2014 mengusung visi ‘Terwujudnya Kabupaten Buton Selatan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru yang Berbasis Ketangguhan Adat Istiadat Buton untuk Menciptakan Masyarakat Madani.

“Selain itu, terdapat 4 isu strategis di Busel yakni bidang perikanan, pariwisata, transportasi dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Arusani menjelaskan, dokumen RTRW ini sangat bermanfaat bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Busel karena dengan adanya dokumen ini akan mewujudkan keterpaduan pembangunan, mewujudkan keserasian pembangunan dengan wilayah sekitar, dan menjamin terwujudnya tata ruang wilayah yang berkualitas.

“Sehingga kami mengharapkan Kementerian ATR serta Kementerian/Lembaga lainnya dapat memberikan masukan untuk kesempurnaan dokumen ini agar ditetapkan di akhir tahun 2020 ini,” tandas Arusani.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...