Rencana Revitalisasi Tiang Bendera Kesultanan Buton Ditolak Warga

1634
 

Baubau, Inilahsultra.com – Revitalisasi Tiang Bendera peninggalan Kesultanan Buton atau yang biasa dikenal Kasulana Tombi terus menuai polemik.

Rabu 23 September 2020, sekitar pukul 09.00 Wita, sekolompok pemuda coba menghentikan sementara proses peletakan batu pertama revitalisasi tiang berdirinya bendera Kesultanan Buton tersebut.

- Advertisement -

Upaya penghentian itu dilakukan mengingat pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan revitalisasi, diduga tidak mensosialisasikan. Sehingga besar resiko akan merugikan serta menghilangkan nilai budaya sebagai daya tarik wisatawan yang berkunjung.

“Saat ini kita tidak dalam kondisi memusuhi pemerintah. Kami hanya meminta pemerintah daerah jangan gegabah melakukan revitalisasi terhadap benda peninggalan leluhur kami. Seharusnya ada upaya sosialisasi dan membuat Forum Diskusi bersama rakyat sebelum diputuskan untuk direvitalisasi,” ungkap LM Asmar Iyan, salah satu pemuda yang mencoba melakukan protes terkait revitalisasi itu

Kata dia, masyarakat eks Kesultanan Buton memiliki kepercayaan terhadap beberapa benda peninggalan para leluhur itu. Sehingga Pemerintah Kota Baubau dalam melakukan pembangunan daerah seharusnya peka dan menghormati nilai-nilai sosial budaya dan tradisi yang dianut masyarakat sekitar.

“Khusus Kasulana Tombi ini, ada nilai-nilai didalamnya. Nilai-nilai kesakralan, daya tarik dan lain-lain. Jangan karena hanya berbicara soal pertimbangan resiko runtuhnya benda peninggalan itu dan asas keselamatan terhadap rakyat yang pada akhirnya rela mengorbankan hilang atau kurangnya nilai-nilai seperti kesakralan itu,” tegasnya

Hal senada yang dikatakan Ketua PMII Kota Baubau, Abdul Aziz Muslimin Haladi menambahkan, pada kasus revitalisasi ini, pemerintah daerah seakan-akan mengabaikan hal-hal tersebut. Pada akhirnya tanpa disadari pemerintah daerah terkesan telah merusak kebudayaan setempat.

“Kita hadir bukan menghalang-halangi pembangunan ini. Tapi ada baiknya pemerintah harus menunda pembangunan ini sampai dengan adanya forum diskusi bersama rakyat, mencari solusi, menemukan dan menghasilkan keputusan terbaik sehingga disini tidak ada yang dirugikan,” singkatnya.

Dihadapan para pemuda yang protes, Sekertaris Daerah Kota Baubau, Roni Muhtar menjelaskan, upaya yang dilakukan para kelompok pemuda ini patut diapresiasi. Aksi tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap negeri ini.

“Kita ini semua sama, sama-sama memikirkan bagaimana Negeri ini menjadi lebih baik. Khusus pada revitalisasi ini pemerintah daerah berupaya menjaga dan menyelamatkan Kasulana Tombi untuk tetap berdiri kokoh dan tidak roboh. Sehingga keputusan ini diambil sebagai langkah yang direkomendasikan paling tepat,” ungkapnya.

Jenderal ASN Baubau ini juga menjelaskan, konsep konstruksi bangunan ini telah dikaji para orang-orang yang memiliki keahlian dibidang revitalisasi ini. Sehingga bisa dipastikan ini menjadi solusi terbaik.

“Tapi kalau adik-adik bersikeras kita sepakat tetap lakukan peletakan batu pertama revitalisasi ini mengingat para orang tua kita sudah hadir dilokasi pembangunan, kemudian kelanjutan pembangunannya kita tunda dulu sampai waktu terlaksananya Forum Diskusi bersama rakyat untuk membahas khusus persoalan ini,” tutupnya.

Sebelum meninggalkan areal masjid keraton Buton, pada kesepakatan akhir para pemuda yang berupaya menghentikan revitalisasi itu meminta surat pernyataan resmi kepada pemerintah daerah. Namun pemerintah daerah menyampaikan tidak mungkin berbohong, apalagi janji itu disampaikan dikawasan Masjid Agung Keraton Buton.

Reporter: LM Arianto dan Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...