Orang Tua Korban Penembakan Hadir dalam Istighosah Depan Markas Polda Sultra

255
 

Kendari, Inilahsultra.com – Ibunda Almarhum Yusuf Kardawi, Endang Yulida dan Ayah Almarhum Randi, La Sali, hadir dalam Kemah Sedarah malam istighosa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis 24 September 2020, sekira pukul 20.00 WITa.

Kegiatan tersebut digelar, jelang satu tahun wafatnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi dan Yusuf. Dua mahasiswa wafat saat aksi penolakan RKUHP dan UU KPK di Kantor DPRD Sultra, Kamis 26 September 2019 tahun lalu.

- Advertisement -

Randi dan Yusuf wafat. Dari hasil autopsi Dokter yang menangani menyimpulkan Randi mengalami luka tembak pada bagian bawah ketiak sebelah kiri tembus dada sebelah kanan. Yusuf Kardawi, mengalami luka parah pada bagian kepala.

Ibunda Yusuf Kardawi, Endang Yulida mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman Yusuf dan Randi yang terus berjuang dan tidak lupa dengan dua almarhum.

“Yusuf (anaknya) memang telah tiada. Tapi ibu bersyukur, karena kalian (teman-teman Randi) telah menjadi anak pengganti buat ibu,” ucap Endang sembari mengeluarkan air matanya.

Endang berpesan, dalam melaksanakan demonstrasi, dilakukan dengan santun, karena ia tidak menginginkan lagi ada orang tua sepertinya.

Saat Ayah almarhum Randi, La Sali diminta untuk memberikan sambutan. Namun, ayah Randi tidak mampu berkomentar karena ia terus mengingat putranya yang telah tiada. Ia sesekali menyeka pipinya yang mulai basah.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia Istighosa, Azi Tumada membeberkan, hampir genap satu tahun kasus ini belum juga tuntas. Untuk itu, kegiatan ini digelar untuk meminta pertolongan kepada sang maha pencipta.

“Sudah 43 hari kami kemah depan Mapolda Sultra, namun tak ada respon pihak kepolisian,” terang Azi Tumada kepada Inilahsultra.com.

Dari sini pula, Azi Tumada, ingin menyampaikan pada Negara bahwa ketika manusia tidak mampu memberi keadilan, masih ada Allah SWT.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...