Cerita Mahasiswa Babak Belur Dihantam Polisi hingga Matanya Bengkak

8089
 

Kendari, Inilahsultra.com – Kaharuddin hanya bisa pasrah setelah sejumlah pukulan dan tendangan dari aparat mendarat telak di sekujur tubuh dan wajahnya.

Mahasiswa Kendari itu kemudian diamankan polisi dalam demo ricuh refleksi satu tahun kematian Randi-Yusuf, di sekitar Polda Sultra, Sabtu, 26 September 2020 kemarin.

- Advertisement -

Akibat pemukulan itu, Kaharuddin mengalami luka lebam pada bagian dada, badan bagian belakang. Tak hanya itu, kelopak mata bagian kanan nampak biru dan nyaris tertutup karena benjolan.

Saat awak media menyambangi kediamannya, Kaharuddin menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya. Saat aparat kepolisian membubarkan kerumunan massa aksi, dirinya sempat mengamankan diri untuk bergegas pulang ke rumahnya, karena situasi sudah tidak kondusif.

“Saat aparat kepolisian memukul mundur massa, saya pergi ambil motorku. Motor saya mau diangkat, bersamaan itu saya ditarik dari belakang,” ucap Kaharuddin saat ditemui, Minggu, 27 September 2020.

Kahar hanya bisa pasrah, tak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian, dari arah belakang, dirinya dihujani pukulan. Bahkan, motor miliknya hancur dipukul dengan benda tumpul.

“Saya mau pulang dan ingin memisahkan diri dari massa aksi, malah saya dipukuli dan disiksa seperti layaknya binatang. Sekitar puluhan orang yang injak-injak saya, sepanjang jalan saya ditarik, dipukul dari arah belakang,” akunya.

“Saya sudah bilang sama polisi, saya siap dibawah. Tapi saat saya dibawah polisi, malah saya dipukuli,” tambahnya.

Atas tindakan itu, pihak keluarga akan menempuh jalur hukum, karena merasa keberatan atas tindakan brutal yang dialaminya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...