Aktivis Aliansi Sedarah Ditangkap karena Postingan Video Hina Polisi

462
 

Kendari, Inilahsultra.com – Seorang aktivis Kemah September Berdarah (Sedarah), Laode Muhammad Safaat diamankan di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin, 28 September 2020 kemarin. Ia menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Sultra, setelah itu dibebaskan.

Pria yang akrab disapa Faat ini bercerita, sekitar pukul 14.30 WITa, tiba di depan Polda Sultra untuk melihat sisa-sisa barang kemah. Ia datang di pos jaga Kantor Gubernur untuk mendokumentasikan sisa-sisa barang kemah yang rusak.

- Advertisement -

“Saat mengambil dokumentasi, tiba-tiba seorang Polisi langsung menghampirinya. Faat dituduh ingin memfreaming sejumlah Polisi yang sedang beristirahat di trotoar Kantor Gubernur,” jelas Faat Kepada Inilahsultra.com, Selasa 29 September 2020.

Tanpa mendengar penjelasan, polisi tersebut langsung mengambil telepon genggam dan meminta agar foto tersebut dihapus. Setelah foto terhapus, telepon genggam miliknya tetap diambil.

“Saya tetap berada dilokasi dengan harapan telepon genggam saya dikembalikan, tak kunjung dikembalikan, saya pun dibawa di Pos Provos oleh Polisi tersebut,” sambungnya.

Di pos Provos, Faat mengaku, diintrogasi oleh belasan Polisi, Namun masalah digiring terkait postingannya di Facebook yang bertuliskan “Adakah Otaknya Polisi Dari Mapolda Sultra Yang Berfungsi”. Disitu saya mendapatkan cacian dari Polisi tersebut.

“Tak lama kemudian, saya dibawa ke ruangan Reskrim untuk diperiksa. Namun, kondisi yang sama kembali saya alami, mulai dari cacian hingga ancaman,” bebernya

“Saya diancam mau di-BAP di barak, mau dikuliti, mataku mau dicongkel, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Bahkan, ada seorang Polisi menendang kursi yang berada di samping kanannya. Safaat menduga, hal itu untuk menekan psikologinya.

Sekira Pukul 17.30 WITa, ia masih bingung kenapa tetap ditahan. Sementara mendengar perbincangan sejumlah polisi.

“Setelah mendengar perbincangan dari sejumlah polisi, saya baru tahu bahwa sampai saya diberiksa belum ada Laporan Polisi dan mereka kebingungan menetapkan siapa yang akan melakukan pelaporan, serta menetapkan pasal yang telah saya langgar,” terangnya.

Selesai salat maghrib, laporan polisi telah terbit, sekira pukul 18.45 WITa, ia meninggalkan Polda sultra. Padahal, sambung Faat, kalau dipahami, maksud tulisanku tentang “Adakah Otaknya Polisi Dari Mapolda Sultra Yang Berfungsi” adalah ingin membangkitkan empati dari kepolisian untuk bisa menerima tuntutan dari sejumlah mahasiswa yang telah menggelar kemah selama 43 Hari didepan Mapolda Sultra.

“Saya tidak pernah menyesali dengan tulisanku dan saya merasa tidak bersalah. Saya menduga, ini adalah sebuah upaya agar saya dipidanakan,” bebernya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sultra, Kombes Pol La Ode Aries El Fathar membenarkan bahwa Laode Muhammad Safaat diamankan. Kata Aries, benar yang bersangkutan diperiksa. Tapi sudah dipulangkan, hanya dikenakan wajib lapor.

“Iya benar, tadi diperiksa di Krimum dan tidak ditahan,” singkat Aries

Terkait pemeriksaan Safaat, terkait indikasi penghianaan institusi Polri, pasal 207 KUHP.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...