Alasan Pilot Helikopter Polisi Terbang Rendah Bubarkan Demonstran

2305
 

Kendari, Inilahsultra.com – Pilot helikopter milik Polda Sultra mengklaim terbang rendah untuk mengimbau massa aksi, agar tidak melakukan tindakan anarkis. Sebab, di saat bersamaan alat pengeras suara tidak berfungsi.

Saat ini, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memeriksa empat orang personel yakni polot, Co-pilot dan dua mekanik.

- Advertisement -

Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sultra Kombes Pol La Ode Proyek, Selasa, 29 September 2020 kemarin menuturkan, terbangnya helikopter untuk melakukan pemantauan di berbagai titik.

“Heli itu terbang untuk melakukan pemantauan dan cek situasi dan kondisi di Kota Kendari,” jelas Laode Proyek.

Waktu melakukan pemantauan, sambung mantan Kapolres Meranti ini, kondisinya sudah masuk tahapan kuning dan sudah bisa dilakukan imbauan.

“Kenapa heli turun saat kondisi caos, karena pilot mengambil keputusan diskresi. Diskresi merupakan kewenangan polisi untuk mengambil keputusan atau memilih berbagai tindakan dalam menyelesaikan masalah dan diatur dalam pasal 18 nomor 2 tahun 2002,” jelasnya.

“Saat melakukan imbauan, alatnya ,(pengeras suara tidak bisa digunakan. Berulang dicoba tapi tidak tidak berfungsi,” bebernya.

Dalam menghadapi demontrasi sudah sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) nomor 16 tahun 2006 pasal 23 tentang pengendalian huru hara (PHH) yang berbunyi satuan pendukung
polisi udara tetap melakukan pemantauan dan memberikan imbauan kepolisian dari udara sedangkan satuan pendukung lainnya melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan perannya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...