Dewan Minta Pemkot Kendari Jangan Pilih Kasih Pembatasan Jam Malam Tempat Usaha

466
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta Pemerintah Kota Kendari tak pilih kasih terhadap pembatasan jam malam kepada tempat usaha.

Sebelumnya, Wali Kota Kendari mengeluarkan aturan melalui surat edaran Nomor 4431.1/992/2020 tentang Penerapan aturan pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari dalam rangka pencegahan resiko penyebaran Covid-19 di Kota Lulo.

- Advertisement -

Edaran tersebut mengatur masyarakat di wilayah Kota Kendari untuk tidak melakukan aktivitas dan kegiatan di luar rumah di atas pukul 10.00 WITa sampai 04.00 WITa kecuali untuk keperluan yang sifatnya mendesak dan penting.

Kemudian mengatur mall, toko, pasar modern, warung makan, warung kopi, rumah makan, cafe restoran, tempat hiburan malam (THM), karaoke, pedagang kaki lima (PKL), lapak jajanan, lapangan futsal dan yang sifatnya terjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di atas pukul 22.00 WITa.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Fadli Bafadhal menilai, pembatasan aktivitas jam malam dari pemerintah kota tidak merata atau tidak sesuai dengan yang ada dalam aturan wali kota, karena masih banyak beberapa tempat hiburan di atas jam 10 masih terbuka bahkan menerima tamu.

“Pembatasan jam malam harus diratakan semua sesuai yang ada dalam aturan. Pemerintah kota jangan ada pilih kasi atau tebang pilih yang lain ditutup di atas jam 10 dan yang lain tidak di tutup, karena ada beberapa aduan kita terima sebagian UMKM dihentikan di atas jam 10 sementara ada THM tetap bukan di atas jam 10,” kata Fadli Bafadhal saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 29 September 2020.

Menurut anggota Komisi II DPRD Kota Kendari in, dalam pencegahan virus corona pemerintah kota tidak perlu memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari. Harusnya lanjut dia, pemerintah kota menyarankan tempat usaha diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara utuh.

“Sampaikan kepada teman-teman pelaku usaha bahwa tempat usahanya wajib menerapkan protokol kesehatan memakai masker, jaga jarak, dan menyiapkan hand sanitzer. Apabila kedapatan melanggar atau tidak patuh tegur mereka kalau bisa tindak mereka,” ucapnya.

Pembatasan aktivitas jam malam ini, kata politikus Partai NasDem ini, pemerintah kota harusnya memberikan keringanan kepada tempat usaha beraktivitas di malam hari seperti THM dan UMKM karena merupakan sumber pendapat asli daerah (PAD) kota.

“Kita harap THM, UMKM dan usaha lainnya memiliki penghasilan di malam hari jangan dipersulit, karena saya menilai mereka ini salah satu penyumbang PAD terbesar di Kota Kendari,” jelasnya.

Dengan kondisi di masa pandemi saat ini, kata Fadli Bafadhal, penghasilan tempat usaha di malam hari menurun. Harusnya pemerintah kota memberikan keringanan kepada tempat usaha untuk bayar pajak.

“Pemerintah kota harusnya memberikan kelonggaran atau keringanan pembayaran pajak kepada THM, UMKM dan usaha lainnya yang beraktivitas malam hari. Memang kemarin ada keringanan pajak, tapi dengan berlakunya pembatasan aktivitas jam malam keringanan pajak dari pemerintah kota tidak ada,” tutupnya.

Berdasarkan pantuan Inilahsultra.com, ada beberapa THM dan beberapa tempat usaha di Kota Kendari masih buka di atas jam 10 malam meski sudah ada aturan yang mengatur pembatasan aktivitas di malam hari, yang tidak ditegur oleh pemerintah kota. Tapi ada juga sejumlah UMKM di sekitaran MTQ yang menjual sebelum dan di atas jam 10 mereka sudah diperintahkan tim patroli gabungan dari pemerintah kota untuk ditutup atau dihentikan aktivitasnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...