Dewan Minta Pemkot Kendari Perhatikan UMKM di Tengah Covid-19

482
 

Kendari, Inilahsultra.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperhatikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19.

Anggota DPRD Kota Kendari, M. Syaifullah Usman mengaku, di tengah pandemi saat ini dirinya banyak menerima keluhan dari masyarakat terutama pada pelaku UMKM yang ada di Kota Kendari.

- Advertisement -

Lanjut dia, keluhan masyarakat ini dapat didengar oleh pemerintah kota untuk melahirkan motivasi atau terobosan baru dalam merubah dan mengembangkan UMKM masyarakat di tengah pandemi.

“Banyak saya menerima keluhan dari para pelaku UMKM, usaha mereka tidak berjalan karena adanya Covid-19. Mereka juga mengeluhkan bagaimana membayar kredit-kredit di Bank di tengah pandemi. Ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah kota untuk mengembangkan usaha mereka,” ungkap Syaifullah Usman, Selasa 6 Oktober 2020.

Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari ini menilai, pemerintah kota sudah banyak mengambil langkah-langkah di masyarakat terutama penanganan dan pencegahan Covid-19, tanpa melihat dampak virus corona yang menimpa UMKM.

Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat yang mencapai miliaran, kata dia, harusnya pemerintah kota bisa mengalokasikan sebagian anggaran untuk pemulihan ekonomi
terutama di sektor UMKM.

Kemudian, ia menilai, pemerintah Kota disaat pandemi ini lebih banyak memetingkan dan mengalihkan anggaran untuk proyek-proyek seperti pembangunana rumah sakit, pembangunan jalan. Dan kalau bisa dana kelurahan yang dipangkas dialihkan untuk pengembangan UMKM.

“Pemerintah menekan angka covid dengan adanya kebijakan-kebijakan yang dilahirkan, harus sejalan dengan kebutuhan masyarakat di sektor UMKM. Seharusnya dialihkan dulu anggaranya biar kecil untuk pemulihan ekonomi UMKM masyarakat,” ujarnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyarankan, pemerintah kota memberikan pelatihan kewirausahaan, kemudian setelah itu modal usaha bagi pelaku UMKM melalui anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kota sendiri.

“Kemajuan ekonomi negara dan daeran salah satunya UMKM yang menjadi ujung tombak. Supaya UMKM bergerak ke masyarakat pemerintah kota jangan hanya fokus pada proyek-proyek infrastruktur, karena masyarakat sekarang sangat butuh sentuhan dari pemerintah baik itu kecil maupun besar nilainya,” jelasnya.

Ia menyayangkan, sikap dari pemerintah kota yang menghilangkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Harum Kota Kendari yang sangat diharapkan masyarakat dalam mengembangkan UMKM-nya di tengah pademi imi

“Masyarakay sangat mengharpkan
BLUD ini kembali diaktifkan di saat pandemi saat ini, karena salah satu pengerak berkembangnya UMKM di Kota Kendari. Kalau bisa nanti selesai virus corona baru dinonaktifkan lagi,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah kota bersama DPRD bisa duduk bersama untuk membicarakan dan mencari solusi dalam menyelamatkan UMKM masyarakat di Kota Kendari.

“Pemerintah kota dan DPRD harus dusuk bersama. Kita carikan solusinya, supaya ini jelas untuk peruntukannya kepada masyaralat. Kalau pemeirntah dan DPRR tidak sejalan yang rugi dan dampaknya kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 dan ada beberapa regulasi protokol kesehatan, tapi untuk pembatasan jam malam kalau bisa dikaji ulang.

“Kita sepakat perwali protokol kesehatan, tapi kalau pembatasan jam malam perlu dikaji ulang karena banyak masyarakat berkativitas pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan hidup dan Ini yang harus kita dipikirkan bersama-sama dengan pemerintah kota,” tutupnya.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...