69 Narapidana di Lapas Klas IIA Kendari Positif Corona

701
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sebanyak 69 orang narapidana (napi) dan 13 pegawai Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) positif Corona.

Untuk pegawai, dari 13 orang, masih ada 3 orang menjalani karantina atau isolasi di RSUD Kota Kendari.

- Advertisement -

Kasus positif Covid-19 ini diketahui, setelah adanya instruksi dari Direktorat Jenderal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara  untuk melakukan Rapid Test.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Sultra, H Muslim mengatakan, sebanyak 69 orang positif sedang di awasi saat ini sedang ditangani oleh Gugus Tugas Covid-19.

“Kami bekerja sama dengan Gugus Covid-19 dan kita diberikan arahan karena rumah sakit rujukan penuh. Sehingga, kita diarahkan ke SMA Angkasa Kendari,” jelasnya.

Kata Muslim, di sana ada sebanyak 23 orang, 4 orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari. Empat orang ini memiliki riwayat penyakit. Sedangkan 42 orang ditempat diruang isolasi yang ada di Lapas itu sendiri.

“Adanya pandemi ini, kita diminta untuk menunjuk Lapas mana yang ditetapkan sebaga ruang isolasi. Maka kami tetapkan di Lapas Kendari dan Lapas perempuan,” bebernya.

“Selama pandemi muncul, kunjungan tidak ada. Tidak ada kontrak fisik, kecuali ada video call. Tiba-tiba ada permintaan dilakukan pemeriksaan rapid tiba-tiba ada positif,” ujarnya.

Muslim mengaku, tidak mengetahui yang positif ini penyebarannya dari siapa karena hanya petugas yang berkontak langsung dengan napi.

“Sumber penyebarannya entah darimana sumbernya. Padahal, setiap orang yamg masuk di Lapas termasuk petugas harus melalui pemeriksaan. Semua yang masuk di Lapas kami cek suhu tubuh, mencuci tangan, menggunakan masker. Jika ada tidak memenuhi syarat kami pulangkan,” bebernya.

Muslim menuturkan, untuk pengawasan terhadap napi yang saat ini sedang dirawat pengawasanya cukup ketat. Pengamanannya ekstra, bahkan melibatkan tenaga bantu dari Lapas dan Rupbasan untuk membantu penjagaan.

“Kami akan melakukan penjagaan sampai mereka (napi) keluar dari tempat itu. Pengamanan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai protokol kesehatan Covid-19,” ungkapnya lagi.

Penjagaan akan dilakukan secara bergantian, sistimnya sesuai protap dan disamakan dengan penjagaan Lapas.

“Kondisi mereka, Alhamdulillah baik-baik semua. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” pungkasnya.

Ia berharap, pandemi ini segera berakhir dan kehidupan masyarakat kembali normal seperti sedia kala. Ia juga mengimbau agar warga binaan dan seluruh petugas di bawah Kementerian Hukum dan HAM agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas. Misalnya, selalu memakai masker jika berada di luar, rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak satu sama lain.

Penulis : Onno

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibuwajibpakaimasker
#ingatpesanibuwajibjagajarak
#ingatpesanibuwajibcucitangan
#wajibpakaimasker
#wajibjagajarak
#wajibjagajarakhindarikerumunan
#wajibcucitangan
#wajibcucitangandengansabun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...