Pulau Buton Diguncang 10 Gempa Susulan

773
 

Kendari, Inilahsultra.com – Setelah gempa utama terjadi pada 9 Oktober 2020 berkekuatan 5,4 skala richter (SR), Kepulauan Buton dilanda beberapa gempa susulan.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari, gempa susulan terjadi sebanyak 10 kali.

- Advertisement -

“Hingga hari Minggu pukul 17.00 WITA, total jumlah gempa bumi susulan yang tercatat sebanyak 10 kejadian sejak gempa bumi utama 9 Oktober 2020 OT 10:57:20, M 5.4 Buton Selatan,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kendari Rosa Amelia dalam keterangannya.

Ia menyebut, gempa bumi susulan terakhir yang tercatat pada 11 Oktober 2020 pukul 06:00:02 WITA berkekuatan 2,7 SR.

“Tidak ada laporan kejadian gempa dirasakan setelah gempa utama M 5,4,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,4 skala richter (SR), Jumat 9 Oktober 2020.

Gempa bumi ini tercatat sekira pukul 09.57 WITa, di wilayah Buton dan Buton Selatan. Hasil analisa update BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo  Mw=5,3.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.99 LS dan 122.55 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 44 km arah Barat Daya Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Buton,” kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam rilisnya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Buton Selatan III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Buton II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” katanya.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 10.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktifitas gempa bumi susulan.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” imbuhnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...