Warga Buton Korban Penculikan Abu Sayyaf di Filipina Dimakamkan di Kampung Halamannya

451
 

Pasarwajo, Inilahsultra.com – Jenazah warga Kabupaten Buton La Ba’a Bin La Sa’ali (32), korban penculikan saat kontak senjata antara aparat keamanan Filipina dan kelompok Abu Sayyaf di Kota Patikul Provinsi Sulu Filipina beberapa waktu lalu, tiba di kampung halamannya di Desa Kamelanta Kecamatan Kapontori, Minggu 11 Oktober 2020.

Jenazah diterbangkan dari Bandara Manila Filipina menuju Jakarta melalui Bandara Hongkong, Sabtu 10 Oktober 2020.

- Advertisement -

Jenazah tiba di Jakarta sekira pukul 22.50 WIB. Kemudian diterbangkan menuju Kendari pada Minggu 11 Oktober 2020 dan tiba sekira pukul 10.30 WITa.

Dari Bandara Haluoleo Kendari, jenazah kemudian diantar menuju Pelabuhan Feri Amolengo Kabupaten Konawe Selatan menuju Pelabuhan Labuan Kabupaten Buton Utara.

Di Pelabuhan Labuan, jenazah diserahterimakan dari Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha kepada Bupati Buton La Bakry. Selanjutnya diantar ke kampung halamannya di Desa Kamelanta Kecamatan Kapontori.

Keluarga korban La Siharu menyampaikan terima kasih pada pihak Kemenlu RI, dan Bupati Buton, serta pihak terkait yang telah berupaya memulangkan jenazah korban ke tanah air.

“Kepulangan jenazah di kampung halaman, merupakan kesyukuran bagi kami keluarga La Ba’a. Untuk itu terima kasih banyak kami haturkan pada pihak pemeirntah pusat dan Bupati Buton yang telah berupaya melakukan lobi-lobi ke pusat untuk penyelematan sandera termasuk pemulangan jenazah,” katanya.

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, La Ba’a merupakan salah seorang dari lima warga negera RI yang diculik Kelompok Abu Sayyaf di Perairan Filipina pada 16 Januari 2020 lalu.

“Sejak kejadian tersebut, Pemerintah Pusat termasuk perwakilan RI di Manila dan Konsulat Jenderal di Tawao, Malaysia berupaya semaksimal mungkin untuk membebaskan saudara-saudara kita. Upaya yang dilakukan melalui koordinasi dengan aparat dan otoritas di Filipina. Namun Allah berkehendak lain. Pada kontak senjata yang terjadi antara aparat militer Filipina dan Kelompok Abu Sayyaf, La Ba’a ditemukan dalam kondisi tak bernyawa,” kata Judha Nugraha.

Atas kejadian itu, lanjut Judha, pihak Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita yang sangat mendalam pada pihak keluarga atas kejaidan tersebut.

“Kami yakin almarhum meninggal dalam keadaan syahid. Karena almarhum diculik dan meninggal pada saat sedang berikhitiar mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya,” tuturnya.

Judha mengakui, saat pihak Kemenlu mendapat konfirmasi dari pihak keluraga La Ba’a, pemerintah berupaya untuk memulangkan jenazah. Meskipun tidak mudah sebab jenazah ditemukan di bagian selatan Filipina dan ditengah situasi pandemi Covid-19 yang sangat membatasi pergerakan pemeirntah RI.

“Berkat dukungan Bupati Buton, jenazah dapat dipulangkan meskipun berbagai tantangan, terbatasnya transportasi di tengah pandemi Covid-19. Tapi kita upayakan semaksimal mungkin memulangkan jenazah sampai di rumah duka,” terangnya.

Judha mengatakan, pihaknya masih terus bekerja dengan otoritas Filipina untuk membebaskan empat sandera lainnya.

“Untuk langkah pencegahan, kiranya bagi warga negara Indoensia yang ingin bekerja di luar negeri dapat melakukan dengan cara yang aman sehingga dapat diberikan pelayanan yang maksimal,” ujarnya.

Bupati Buton La Bakry ikut menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah berupaya memulangkan jenazah korban hingga ke kampung halamannya.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, sejak Januari 2020 lalu, Pemkab Buton telah melakukan koordinasi dengan Kemenlu RI saat mendengar kabar 5 warga RI disandera Kelompok Abu Sayyaf dan salah satunya adalah warga Buton yang berdomisiili di Kecamatan Kapontori.

Koordinasi dengan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha agar para sendera bisa kembali ke tanah air dan berkumpul dengan keluarga. Namun Allah berkehendak lain

“Insya Allah, La Ba’a meninggal dalam keaadaan mati syahid. Karena orang yang berupaya mencari nafkah untuk keluarga sama dengan berjuang di jalan Allah SWT,” katanya

Pada kesempatan itu, La Bakry mengimbau warga yang bekerja di luar negeri untuk mengiktui peraturan dan perudangan yang belaku sehingga lebih muda dikontrol. Sehingga pada masa yang akan datang bukan hanya di Buton tetapi di seluruh Indoensia tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia.

“Dari peristiwa ini kita petik hikmahnya, sebaiknya seluruh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri menggunakan jalur resmi, sehingga mudah dipantau oleh pemerintah,” pungkasnya.

Reporter: LM Arianto

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...