Danrem 143 Haluoleo Ingatkan Prajurit Tentang Netralitas TNI dalam Pilkada

253
 

Kendari, Inilahsultra.com – Komando Resor Militer (Korem) 143/Haluoleo mensosialisasikan netralitas TNI dalam Pilkada 200 di Makorem 143/HO, Selasa 13 Oktober 2020.

Tujuan kegiatan ini, untuk mengingatkan kembali tentang larangan bagi prajurit TNI terlibat dalam politik praktis sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat oleh Mabes TNI.

- Advertisement -

Sambutan Danrem yang dibacakan oleh Kolonel Tri Rana Subekti mengatakan, para peserta yang telah berkenan hadir dalam kegiatan ini yang harapan agar ikut berperan aktif memberikan masukan dan arahan kepada masyarakat di lingkungannya, tentang netralitas TNI pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020.

“Hal ini penting dikaitkan dengan Netralitas TNI dalam pilkada,” jelasnya.

Tri Rana Subekti berharap dengan kegiatan ini, untuk mengingatkan kembali larangan bagi prajurit TNI untuk terlibat dalam politik praktis sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat oleh Mabes TNI. Sehingga tidak ada prajurit yang ikut bermain-main dalam pilkada.

“Pelajari setiap materi dan permasalahan yang belum diketahui, sehingga pengetahuan yang berkaitan dengan netralitas TNI dalam pilkada dapat lebih di aplikasikan serta dikembangkan terutama jika dihadapkan pada konteks permasalahan yang dihadapi,” tegasnya.

Kemudian, kegiatan pemberian materi oleh Kasiter Kasrem 143) Haluoleo, Letkol Infanteri Ahmad Hadi Hariono menjelaskan tentang netralitas TNI dan Implementasi Netralitas TNI dalam pelaksaan Pemilu dan Pilkada.

“Tidak berpihak, tidak ikut atau tidak membantu salah satu pihak merupakan definisi dari Netral. Netralitas TNI sendiri berarti TNI bersikap netral dalam kehidupan politik dan tidak melibatkan diri pada kegiatan politik praktis,” terang Ahmad Hadi Hariono.

Masih kata Pamen lulusan Akmil tahun 99 ini, bagi prajurit TNI yang akan turut serta dalam Pemilu dan Pilkada wajib membuat pernyataan mengundurkan diri dari dinas, sebelum pelaksanaan berdasarkan ST Panglima TNI Nomor STR/546/2006 tanggal 22 Agustus 2006.

Lebih lanjut Ahmad Hadi H menjelaskan tentang implementasi netralitas TNI dalam Pemilu dan Pilkada yang antara lain.

Mengamankan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada sesuai dengan tugas dan fungsi bantuan TNI kepada Polri.

Netral dengan tidak memihak dan memberikan dukungan kepada salah satu kontestan Pemilu dan Pilkada.

Satuan/perorangan/fasilitas TNI dilibatkan pada rangkaian kegiatan Pemilu dan Pilkada dalam bentuk apapun diluar tugas dan fungsi TNI.

Prajurit TNI tidak menggunakan hak memilih baik dalam Pemilu maupun Pilkada. Khusus bagi prajurit TNI (Isteri/suami/anak prajurit TNI), hak memilih merupakan hak individu selaku warga Negara institusi atau satuan dilarang memberi arahan di dalam menentukan pelaksanaan dari hak pilih tersebut.

Senada dengan itu, Kapenrem 143/HO Mayor Arm Sumarsono dalam rilisnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka antisipasi pelanggaran dan persiapan Pilkada secara serentak yang rencananya akan digelar pada bulan Desember 2020 yang akan datang.

“Materi ini sangat penting sehingga para prajurit harus mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab sehingga materi yang didapatkan nantinya dapat diimplementasikan dengan baik,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 150 orang peserta terdiri dari Perwira, Bintara, Tamtama, PNS dan Persit KCK Koorcab Rem 143 PD XIV/Hasanuddin. Kegiatan ini diakhiri dengan kegiatan tambahan pemberian pemahaman terkait penggunaan media sosial yang disampaikan oleh Kasi Pers Kasrem 143/HO, Kolonel Arh Saptarendra Prasada.

Untuk diketahui, acara yang dilaksanakan dengan tema “Netralitas TNI Wujud Profesionalisme dalam mendukung Suksesnya Yang Luber dan Jurdil”.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...