Saatnya Menulis Sejarah dari Desa : Unik dan Tak Pernah Membosankan

186
 

Kendari, Inilahsultra.com – Sejarah pedesaan sangat penting untuk dibicarakan dan ditulis agar penelitian tetap berlandaskan pada keunikannya dan tentu tidak membosankan.

Hal ini dikatakan Ketua Jurusan Ilmu Sejarah FIB Universitas Haluoleo, Aswati dalam sambutannya pada acara webinar lecture series #1 bertajuk Perspektif Baru Penulisan Sejarah, Kamis 15 Oktober 2020.

- Advertisement -

Seminar daring ini merupakan kerjasama Program Studi Ilmu Sejarah pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Haluoleo bekerjasama dengan Laboratorium Ilmu Sejarah Universitas Haluoleo.

Tema yang diangkat adalah “Menulis Sejarah Pedesaan: Keragaman Topik dan Metodenya”.

Dalam seminar ini turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi dan instansi patner, seperti Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jember, Jurusan SPI IAIN Surakarta, Jurusan SPI IAIN Bukit Tinggi, Jurusan SPI IAIN Palu, AGSI Sulawesi Tenggara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, serta Museum Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ia menyebut, seminar daring ini dilaksanakan sesuai tuntutan kepada Jurusan Ilmu Sejarah FIB Universitas Haluoleo, untuk menghadirkan tema dan topik baru yang menarik dalam mengkaji Sejarah Pedesaan, yang menurutnya sangat penting untuk dibicarakan. Pembicaraan seperti ini kata dia, dimaksudkan agar penelitian sejarah tetap berlandaskan pada keunikannya dan tentu tidak membosankan.

“Hal ini sejalan dengan visi Jurusan Ilmu Sejarah, yakni pada tahun 2023 menghasilkan lulusan yang profesional dan mampu berdaya saing tinggi, di bidang kemaritiman dan pedesaan pada tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FIB Universitas Haluoleo, Dr. Akhmad Marhadi, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan, membicarakan tema seminar daring ini di tengah kemajuan teknologi (era 4.0) seperti saat ini, menjadi tantangan tersendiri untuk seluruh peneliti, dosen, guru dan mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah.

Oleh karena itu, webinar seperti ini, penting untuk dilaksanakan, demi menjawab tantangan tersebut, agar kita semua dapat menuliskan sejarah dengan perspektif yang aktual, mengikuti perkembangan zaman.

“Webinar Lecture Series ini memberikan kontribusi dan sumbangsih terhadap penguatan nilai di Universitas Haluoleo, khususnya di Fakultas Ilmu Budaya (FIB),” ujarnya.

Webinar Lecture Series #1 ini menghadirkan dua narasumber, masing-masing Dr. Nina Witasari, M.Hum dari Universitas Negeri Semarang dan Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A dari Universitas Haluoleo.

Dr. Nina pada pemaparannya, menjelaskan mengenai Kehutanan Dalam Penulisan Sejarah Pedesaan.

Ia menyebut, sejarah pedesaan mempunyai keberagaman tema yang meluaskan cakrawala penelitian sejarah. Peririsan dengan tema-tema lain, seperti kehutanan, politik kekuasaan, ekonomi dan juga kebudayaan lokal, membuat sejarah pedesaan tidak pernah kekeringan data.

Sejarah desa beririsan langsung dengan tema-tema lain yang dekat dengan masyarakat, seperti kehutanan, politik kekuasaan, ekonomi dan juga kebudayaan lokal. Hal Ini membuat sejarah pedesaan tidak pernah kekeringan data.

“Selanjutnya, kepekaan dan kesediaan peneliti untuk mengungkap hal-hal yang bersifat keseharian, sederhana namun unik, menjadi kelebihan di setiap karya sejarah. Untuk itu, keterbatasan data arsip atau sumber tertulis, dapat dijembatani dengan metode sejarah lisan dan etnografi,” kata Dr Nina.

Sementara itu, Dr. Basrin Melamba, S.Pd., M.A, dalam pemaparannya menjelaskan mengenai keragaman tema dan metode penulisan sejarah desa, historiografi sejarah desa, perluasan penelitian sejarah desa, serta perkembangan desa di Sulawesi Tenggara.

Webinar ini diikuti oleh ratusan peserta, yang terdiri dari sejumlah kalangan seperti, akademisi, praktisi, pemerhati sejarah, instansi pemerintahan, mahasiswa, serta kalangan umum.

Penulis : Pandi

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...