Massa Demo Penolakan Kepsek Diduga Cabul di Kantor Dikbud Sultra

244
 

Kendari, Inilahsultra.com – Puluhan massa aksi gelar demontrasi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin 19 Oktober 2020. Mereka menolak Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 9 Kendari diduga pernah melakukan perbuatan cabul, Senin 19 Oktober 2020.

Menjelang siang, massa aksi berusaha menerobos masuk ke dalam kantor Dikbud Sultra. Mereka untuk memastikan keberadaan Kadis Dikbud. Hanya saja, massa aksi dihalau oleh aparat kepolisian dan pegawai Dikbud yang berada didepan pintu masuk kantor Dikbud. Saling dorong pun tak terhindarkan.

- Advertisement -

Tak lama kemudian, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio datang menemui massa aksi. Asrun Lio mengatakan, soal aduan ini Asrun berjanji akan mempelajari terlebih dahulu dan nantinya akan disampaikan di publik.

“Jika terbukti kita akan proses dan kita akan transparan,” ucap Asrun Lio di hadapan massa aksi.

Menurutnya, sepanjang bukti-bukti ini memenuhi syarat akan diproses. Ia mengaku tidak akan melindungi oknum seperti itu

“Aduan ini, kita akan menyampaikan
ke pihak lembaga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Sultra, nanti mereka akan membentuk tim untuk menelusuri kasus ini,” bebernya.

“Karena ini sudah terbuka, jadi kita harus terbuka juga,” sambungnya.

Massa aksi menolak keras Kepsek SMAN 9 Kendari karena mereka menganggap oknum Kepsek SMAN 9 Kendari, Aslan telah menunjukkan perbuatan tidak bermoral dan tidak pantas memimpin sekolah tersebut.

Sejak pagi massa aksi berkumpul di pelataran tugu MTQ dan berorasi. Kemudian, massa berjalan kaki menuju ke Kantor Dikbud Sultra yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.

Sembari berjalan menuju kantor Dikbud, massa aksi menyebut secara serentak “Tolak Kepsek Cabul”. Kata-kata tersebut, diucapkan secara berulang-ulang

Massa aksi juga menyuarakan kebenaran dan menolak orang bermasalah jadi Kepsek SMA Negeri 9 Kendari.

Selain itu, memberikan fakta kepada Kepala Dinas tentang kasus “asusila” Aslan di tahun 2017.

Saat ditemui di SMAN 9 Kendari, Aslan menolak memberikan komentar kepada media soal dugaan pencabulan yang pernah dilakukan pada siswinya waktu menjabat Kepala Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO).

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...