Dicecar Pansus DPRD Butur, Direktur Koperasi Konami Banyak Diam

1618
 

Buranga, Inilahsultra.com – Direktur Koperasi Konami Wa Ode Ati Arni banyak diam saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh Pansus DPRD Buton Utara (Butur) tentang penggunaan dana bantuan Covid-19, Selasa 20 Oktober 2020.

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan anggota Pansus, terpaksa diambil alih Dewan Pengawas Koperasi Konami dan bendahara. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bagi Pansus DPRD Butur.

- Advertisement -

Bukan hanya sekali, Direktur Konami terlihat diam tak bisa menjawab pertanyaan Pansus. Sehingga harus berdiskusi terlebih dahulu.

Buntutnya, Anggota Pansus DPRD Butur Muh. Rukman Basri Zakariah berkesimpulan, Direktur Koperasi Konami tak tahu menahu tentang pengelolaan dana Covid yang diterima.

Bahkan, Rukman menduga, nama direktur hanya dipasang namun anggaran Covid-19 dikelola oleh pihak lain.

“Setelah menyimak soal Koperasi Konami ini, sepertinya direktur tidak paham apa-apa. Atau hanya dipasang nama saja sebagai direktur. Saya berkesimpulan ibu direktur tidak tau apa-apa. Itu kesimpulan saya,” tegas Rukman.

Rukman juga mempertanyakan komunikasi yang dilakukan oleh Direktur Koperasi Konami dengan Badan Ketahanan Pangan sehingga bisa diberikan anggaran sekitar Rp 3,4 Miliar.

“Saya melihat ibu direktur dalam koperasi bukan sebagai. Sebaiknya sampaikan saja apa adanya supaya kita bisa mencari solusi seperti apa,” tandas Rukman.

Direktur Koperasi Konami Wa Ode Ati Arni mengatakan, Koperasi Konami ditunjuk sebagai pihak ketiga untuk pengadaan bantuan Sembako bagi warga terdampak Covid-19 oleh Badan Ketahanan Pangan. Pihaknya menerima nota pesanan dari instansi tersebut.

“Saya tau semua perbelanjaan tapi saya serahkan sama bendahara untuk kelola,” terangnya.

Wa Ode Ati Arni mengaku mengetahui Koperasi Konami mendapatkan anggaran untuk bantuan Covid-19 itu. Namun tidak mengetahui secara jelas besaran anggaran yang dikelola.

“Rp 3.159.620.000 anggaran yang dikelola oleh Konami. Kalau yang Rp 3,4 Miliar itu menurut Ketahanan Pangan,” ujarnya.

Saat sesi tanya jawab berlangsung alot, Anggota Pansus lainnya Josri justeru mempertanyakan kehadiran Dewan Pengawas Koperasi Konami dalam pertemuan tersebut. Pasalnya, yang diundang adalah Direktur Koperasi Konami, bukan Dewan Pengawas.

“Saya minya dewan pengawas keluar saja. Karena tidak punya undangan. Yang diundang itu hanya direktur. Karena dari tadi saya lihat hanya dewan pengawas yang banyak menyampaikan,” tegas Josri.

Bukan hanya itu, anggota Pansus lainnya Hasrianti Ali juga mengungkit persoalan pembelian masker. Pasalnya, Koperasi Konami mau bertanggung jawab untuk pembelian masker senilai Rp 85 Juta untuk 5000 lembar.

“Kenapa mau tanggung jawab soal masker padahal bukan Koperasi Konami yang adakan. Itukan diadakan oleh Badan Ketahanan Pangan,” cetusnya.

“Ini lucu. Ketahanan pangan yang adakan tapi label Koperasi Konami yang dipasang,” tambahnya.

Hasrianti Ali juga meminta kepada Koperasi Konami agar hati-hati dalam mengelola anggaran.

“Hati-hati ibu direktur kalau ada apa-apa. Karena yang pertanggungjawabkan Koperasi Konami sebagai yang punya wadah,” cetusnya.

Editor: Din

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...