Ojek Laut di Baubau Terima Sertifikat Pas Kecil

911
 

Baubau, Inilahsultra.com – Wali Kota Baubau, AS Tamrin menyerahkan secara simbolis sertifikat pas kecil kapal dibawah GT.7 dan life jacket kepada operator jarangka (ojek laut), di Pelabuhan Murhum, Rabu 21 Oktober 2020.

AS Tamrin berharap dengan adanya sertifikat pas kecil ini, para operator jarangka mulai tertib administrasi.

- Advertisement -

“Mudah-mudahan serifikat pas kecil ini bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Kalau tertib administrasi, pasti tertib juga operasionalnya,” tutur orang nomor satu di Kota Baubau ini.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Baubau Pradigdo mengatakan, sertifikat pas kecil ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekda tanggal 27 Agustus 2020 tentang penataan moda transportasi laut.

Disitu (Surat Edaran), terdapat poin yang berbunyi bahwa setiap pemilik operator speed (bodi fiber atau bodi batang) dan motor katinting diwajibkan memiliki dokumen kapal baik pas kecil maupun izin operasi trayek sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Nah inilah tujuan terbitnya sertifikat pas kecil kapal di bawah GT.7 ini, untuk menjamin kelayakan operasional kapal serta legalitas kapal,” katanya.

Sejauh ini, tambah dia, ada 77 kapal jarangka yang terdata. Namun dalam perjalanannya, baru 58 jarangka saja yang terakomodir karena berkas persyaratannya lengkap.

“Jadi saya tegaskan kembali bahwa yang menerima sertifikat pas kecil ini kapal dibawah GT.7. Artinya, mulai dari GT.6 kebawah,” tambahnya.

Dengan adanya sertifikat pas kecil ini, lanjut dia, para operator jarangka akan menggunakannya dalam pengurusan izin trayek di Provinsi Sultra.

“Karena jarangka ini rutenya antar pulau, mulai dari Baubau-Mawasangka (Buteng) atau Baubau-Pulau Makassar, maka yang memberikan izin trayek adalah Dishub Sultra,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Koperasi Jasa Jarangka Puma Abadi, Arsyid Arsyad mengapresiasi Dishub Baubau dan KUPP Murhum karena telah membimbing untuk bisa memperoleh sertifikat pas kecil tersebut.

“Dengan ini, pengelola kapal jarangka akan memperjuangkan ke Pemprov Sultra untuk mendapatkan izin trayek selanjutnya menurut undang-undang,” tandas Arsyid.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...