Ketahui Vaksin AstraZeneca, Penangkal Corona yang Dibeli Indonesia

1030
 

Vaksin sangat dinantikan oleh dunia global untuk segera mengakhiri pandemi virus corona yang telah berlangsung sejak akhir 2019 lalu. Saat ini sudah ada kandidat vaksin yang memungkinkan akan berhasil, salah satunya vaksin Astrazeneca.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menandai bahwa vaksin corona yang dikembangkan oleh para peneliti Oxford University dan AstraZeneca yang paling menjanjikan. Untuk itu, pemerintah Indonesia telah memesan vaksin AstraZeneca dari Inggris sebanyak 50 juta dan telah dianggarkan sebesar Rp3,7 triliun untuk pembayaran uang muka tahun 2020. Lantas, apa itu vaksin AstraZeneca? Berikut ulasannya:

- Advertisement -

Apa Itu Vaksin AstraZeneca?

AstraZeneca merupakan perusahaan obat berasal dari Inggris yang sedang mengembangkan vaksin dengan para ilmuwan di Universitas Oxford sejak Juni 2020. Pimpinan AstraZeneca, Pascal Soriot mengatakan, mereka akan mampu memasok dua miliar dosis vaksin dan produksi sudah dimulai sejak Juli karena kami ingin secepat mungkin. Pihak AstraZeneca tidak akan mencari keuntungan dari produksi vaksin tersebut selama pandemi. Jika pembuatan vaksin berhasil, perusahaan akan mampu memproduksi dua miliar dosis setelah menandatangani dua kontrak baru pada Kamis Juni 2020, salah satunya dengan miliarder Bill Gates.

Selain itu pihak, Oxford menyatakan bahwa dalam uji coba besar akan ada kemungkinan beberapa peserta yang jatuh sakit dan setiap kasus harus dievaluasi dengan cermat untuk memastikan penilaian keselamatan dengan kehati-hatian.

Uji Klinis Sempat Dihentikan

Uji klinis vaksin sempat dihentikan sementara setelah mendapati salah seorang peserta mengalami gejala dari masalah neurologis yang konsisten dengan transverse myelitis, yaitu inflamasi langka pada sumsum tulang belakang.

Kepala eksekutif AstraZeneca, Pascal Soriot mengatakan, bahwa komite independen sedang meninjau apakah penyakit relawan disebabkan oleh vaksin atau tidak terkait. Namun, mereka tidak dapat mengungkapkan informasi medis tentang penyakit karena alasan kerahasiaan relawannya. Mereka berkomitmen terhadap keselamatan relawan dan standar perilaku tertinggi dalam studi dan akan terus memantau keselamatan relawannya dengan cermat.

Ditundanya uji coba vaksin Oxford adalah yang kedua kalinya. Uji coba pada April lalu juga sempat mengalami penghentian sementara.

Kembali Melakukan Uji Coba

Selain di Inggris, vaksin virus corona akan kembali diuji coba di negara-negara ini. Diantaranya adalah:

  1. India

Institut Serum India mengatakan kembali memulai uji coba vaksin Oxford-AstraZeneca setelah mendapatkan izin dari Jenderal Pengawas Obat India.

  1. Brasil

Regulator kesehatan Brasil ANVISA telah menyetujui dimulainya lagi uji coba vaksin virus corona dari Inggris setelah meninjau data yang dikirimkan oleh MHRA.

Dalam sebuah pernyataan, Federal University of Sao Paulo telah merekrut 4.600 dari 5.000 orang sukarelawan dan telah  melakukan vaksinasi. Tidak ada satupun dari peserta yang melaporkan masalah kesehatan serius setelah proses vaksinasi ini.

  1. Amerika dan Afrika Selatan

Saat ini di Amerika Serikat dan Afrika Selatan Vaksin Oxford sedang melalui uji klinis tahap akhir. Rencananya uji klinis juga akan dilakukan di Jepang dan Rusia.

Itulah vaksin AstraZeneca, salah satu penangkal Corona yang dibeli Indonesia dari Inggris. Untuk mendapatkan info seputar vaksin Covid-19 Anda bisa mendownload aplikasi Halodoc.  Anda juga bisa berkonsultasi seputar kondisi kesehatan tubuh dengan para dokter melalui fitur chat dokter. Caranya, Anda hanya perlu menghubungi dokter yang sedang aktif di aplikasi ini ditandai dengan warna hijau di samping avatar profil mereka. Dengan aplikasi Halodoc, semua kebutuhan kesehatan Anda bisa tercover dengan mudah dan cepat. ***

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...