Bertambah Satu, Total Pasien Meninggal karena Corona di Sultra Sudah 77 Orang

639
 

Kendari, Inilahsultra.com Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan terjadi penambahan satu kasus meninggal akibat terinfeksi virus corona, Sabtu 24 Oktober 2020.

Pasien yang meninggal tersebut diketahui berasal dari Kota Kendari. Dengan demikian, total pasien yang meninggal sudah 77 orang.

- Advertisement -

Di hari yang sama, terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 106 orang yang berasal dari Kota Kendari 88 orang, Wakatobi 1 orang, Konawe Selatan 7 orang, Kota Baubau 3 orang, Konawe Kepulauan 6 orang dan Konawe 1 orang.

“Sehingga total pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 3.258 orang,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sultra La Ode Rabiul Awal dalam rilisnya.

Meski ada penambahan kasus sembuh signifikan, namun pada hari ini juga tercatat penambahan 72 kasus virus corona di Bumi Anoa.

Penambahan 72 kasus positif itu berasal dari Kota Kendari 48 orang, Konawe 2 orang
Kolaka 3 orang, Baubau 6 orang, Wakatobi 1 orang, Buton Tengah 1 orang dan Konawe Selatan 11 orang.

“Total kasus positif Covid-19 Sultra berjumlah 4.621 kasus,” jelasnya.

Saat ini, tercatat sebanyak 1.286 orang masih menjalani karantina atau isolasi.

Kasus kontak erat terjadi pengurangan 16 kasus, sehingga total berjumlah 1.320 kasus. Kasus suspek tidak terjadi perubahan kasus, sehingga total sebanyak 72 kasus.

Rabiul Awal menyebut, masih banyak kasus virus corona di tengah masyarakat. Untuk itu, ia mengimbau agar warga tetap patuh menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya, tetap memakai masker ketika berada di luar rumah, menjaga jarak satu sama lain, rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dan bila perlu mengurangi aktivitas di luar jika hal yang tidak terlalu penting.

“Sebab, kita tidak tahu di luar sana, bisa jadi kita sebagai penular atau ditulari oleh orang lain. Pentingnya kita waspada terhadap bahaya virus corona ini,” imbaunya.

Sebelumnya, Rabiul Awal menyebut, pasien yang rawan meninggal dunia adalah mereka yang masuk kategori rentan.

Setidaknya, ada empat kelompok yang rawan terinfeksi virus corona dan bisa berujung pada kematian. Yakni, orang dengan penyakit kronis, punya penyakit serius, kegawatan/kedaruratan (kebidanan, trauma, kegawatan perut/abdomen) dan faktor usia.

“Ini merupakan kelompok rawan terhadap virus corona,” kata Rabiul Awal beberapa waktu lalu.

Biasanya, kelompok rentan ini terinfeksi virus corona dari orang sekelilingnya. Bahkan mereka yang terinfeksi namun tanpa gejala seperti demam, batuk dan bersin-bersin.

“Dan kelompok tanpa gejala ini berpotensi jadi carier kepada mereka yang masuk kategori rawan,” jelasnya.

Untuk itu, belajar dari kasus tersebut, ia mengimbau agar masyarakat tetap patuh menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, mengenakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

“Ini protokol standar yang seharusnya dipatuhi masyarakat. Sebab, orang dengan tanpa gejala bisa saja terinfeksi dan kemudian menularkan kepada kelompok kategori rawan,” pungkasnya. (ADS)

Penulis : Acung

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibuwajibpakaimasker
#ingatpesanibuwajibjagajarak
#ingatpesanibuwajibcucitangan
#wajibpakaimasker
#wajibjagajarak
#wajibjagajarakhindarikerumunan
#wajibcucitangan
#wajibcucitangandengansabun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...