Tersangka Kasus Pajak Reklame Bakal Diberhentikan Sebagai ASN

1586
 

Kendari, Inilahsultra.com – Satu orang tersangka kasus pajak reklame yang ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) terancam bakal diberhentikan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan, kejaksaan telah menetapkan satu orang ASN sebagai tersangka. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk diproses.

- Advertisement -

“Informasinya sudah ada tersangka satu orang, kalau tidak salah satu orang ASN kota. Kita dukung Kejaksaan mengembangkan dan mengungkap kasus ini secara terang benderang,” kata Siska Karina Imran saat ditemui di kantor DPRD Kota Kendari, Jumat 23 Oktober 2020.

Selain di kejaksaan, kata orang nomor dua di Kota Kendari ini, Pemkot Kendari tetap memproses ASN yang dijadikan tersangka kasus pajak reklame, tetapi pihaknya masih menunggu hasil akhir atau keputusan inkrah dari penegak hukum.

“Kita masih menunggu hasilnya. Jika tersangkanya terbukti dijadikan terdakwa maka akan diberikan sanksi sesuai proses hukum yang ada, sanksi terberatnya diberhentikan atau dipecat sebagai ASN,” ungkapnya.

Untuk itu, mantan Ketua TP PKK Kota Kendari mengimbau kepada seluruh aparat pemerintah di Kota Kendari tetap mengemban tugas sesuai dengan aturan dan bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Mari kita semua melaksanakan tugas itu sesuai dengan aturan yang berlaku. Jangan menyimpang dan melanggar dari aturan yang ada, karena sekecil apapun yang kita lakulan kalau sudah dianggap salah pasti ada konsekuensi yang kita dapatkan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kendari menetapkan satu orang aparatur sipil negara di Pemkot Kendari sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pajak reklame tahun 2018-2019.

Kepala Kejaksan Negeri Kendari Sherly Samuan mengatakan, ASN berstatus tersangka seorang perempuan berinisial I yang bekerja sebagai Kepala Seksi di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari

“Penetapan tersangka sudah dilakukan, pada Jumat 9 Oktober 2020. Ditetapkan sebagai tersangka karena telah memenuhi unsur formal dalam dugaan penyimpangan kasus pajak reklame,” ungkap Sherly Samuan, Selasa 13 Oktober 2020.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...