Aktivitas PT MBS Diberhentikan, Massa Aksi Ungkap Perusahaan Masih Aktif Mengolah

1806
 

Kendari, Inilahsultra.com – Konsorsium Nasional Mahasiswa Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin 26 Oktober 2020.

Puluhan massa aksi menuntut dan meminta Kepala Dinas ESDM menghentikan operasi perusahaan tambang PT Multi Bumi Sejahtera (PT MBS) di Desa Dunggu, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, yang diduga melakukan illegal mining.

- Advertisement -

“Aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh PT Multi Bumi Sejahtera, menambang di luar titik koordinat yang telah ditentukan. Ada dugaan besar dari kami bahwa PT MBS telah melakukan illegal mining serta kejahatan lingkungan,” kata Budianto dalam orasinya.

Ia menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Konawe Nomor 213 tahun 2013 tentang Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi.

Kemudian, ia menjelaskan, Dinas ESDM Sultra membatalkan surat persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT MBS berdasarkan surat nomor 540/334 tertanggal 31 Januari 2020. Namun PT MBS, kata dia, masih mengolah di lokasi dan melakukan kegiatan pengangkutan serta penjualan ore nikel hingga saat ini.

“Penjualan ore nikel yang dilakukan oleh PT MBS tidak sesuai dengan RKAB tahun 2020. PT MBS cacat secara administrasi. Kami meminta Dinas ESDM Sultra untuk memncabut IUP, karena telah melakukan kejahatan lingkungan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini PT MBS telah menjual enam kargo. Mereka juga menduga sampai saat ini PT MBS belum membayar jaminan reklamasi.

“Kami minta Dinas ESDM Sultra untuk tidak menerbitkan kembali RKAB PT MBS karena diduga cacat secara hukum. Kami juga meminta Kapolda Sultra untuk segera memproses dan menangkap Direktur PT. Multi Bumi Sejahtera atas dugaan ilegal mining,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sultra, Andi Azis mengatakan, terkait aktivitas PT MBS di Konawe sudah mengeluarkan dua surat. Dan Pihaknya juga sudah menyurati PT MBS agar menghentikan sementara kegiatan pertambangan.

“Kami sudah melayangkan surat pemberhentian sementara aktivitas kepada PT MBS. Dalam waktu dekat ini kami juga akan memasang spanduk agar tidak ada dulu aktivitas di perusahaan tersebut,” ungkapnya Andi Azis saat menemui massa aksi.

Berdasarkan surat Dinas ESDM Sultra nomor 540/3.379 tanggal 12 Oktober perihal pembatalan persetujuan RKAB tahun 2020 PT. Multi Bumi Sejahtera meminta pertama hentikan sementara kegiatan usaha pertambangan di operasi produksi PT Multi Bumi Sejahtera sesuai SK Bupati Konawe nomor 213 tahun 2013.

Kedua, kegiatan usaha pertambangan IUP operasi produksi PT. Multi Bumi Sejahtera dapat dibuka kembali setelah melakukan klarifikasi atas berita acara evaluasi legalitas dan kepatuhan pengelolaan Pertambangan mineral dan batubara pada IUP PT Multi Bumi Sejahtera.

Inilahsultra.com berusaha meminta konfirmasi dari perusahaan namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari mereka.

Penulis : Haerun

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...