Demo Ricuh di Polda Sultra, Dua Jurnalis di Kendari Diintimidasi Polisi

391
 

Kendari, Inilahsultra.com Demo Hari sumpah pemuda di Polda Sultra berujung bentrok antara massa aksi dengan polisi, dua wartawan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban intimidasi oknum kepolisian.

Keduanya adalah wartawan media online yakni Ilfa dari media Sultedemo.com dan Hardianto wartawan Mediakendari.com.

- Advertisement -

Saat ditemui Inilahsultra.com, Hardianto bilang, saat terjadi bentrok, ia merekam dan mengambil gambar mahasiswa yang dipukul dan injak-injak oleh oknum polisi.

“Setelah selesai rekam, ada oknum polisi datang pakaian preman tanya saya,  wartawan mana, saya bilang dari Media Kendari. Dia kira saya mahasiswa, tapi sy bilang wartawan. Setelah saya ditanya apa yang saya rekam tadi, saya bilang saya rekam kejadian,” ucapnya.

Lalu, sambung Hardianto, handphone  miliknya diambil dan diperiksa oleh tiga orang oknum polisi.

“Kamu tidak boleh begini, kamu cuma rekam kekerasan polisi sama mahasiswa, tapi tidak pernah merekam kekerasan mahasiswa terhadap polisi,” ucap Hardianto menirukan ucapan oknum polisi.

Kepada polisi, Hardianto menyebut, dari awal demontrasi sudah merekam. Namun, HP-nya pun diperiksa secara digilir oleh oknum polisi.

“Diminta surat tugasku. Bahkan oknum polisi bilang ke saya jangan sampai kalian ini wartawan bodong. Ngaku-ngaku wartawan padahal bukan wartawan,” ujarnya lagi.

Namun, Hardianto kembali membantah, ia mengatakan bahwa dirinya wartawan. Oknum polisi itu lalu meminta KTP dan foto KTPnya.

“Saya tanya untuk apa? oknum polisi bilang, untuk foto saja. Lalu dia minta nomor HP saya, setelah itu diantar keluar lalu sempat bilang kalian jangan begini, menyudutkan polisi,” bebernya.

Wartawati dari Sultrademo.com, Ilfa mendapat perlakuan yang sama dari oknum polisi. Ilfa membeberkan, sejak awal aksi hingga berujung caos mengambil gambar. Tiba-tiba mereka ditanya dan dibawa di Pos Provost Mapolda Sultra.

“Di sana kita ditanya-tanya, wartawan apa kamu, hapeku diambil dan semua video yang ada di galerinya di hapus polisi. Bahkan id cardnya di foto dan menanyakan nomor hape serta meminta nama pimpinan medianya,” ujarnya.

Penulis : Onno

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...