Ridwan Bae Imbau Masyarakat Muna Jangan Terprovokasi

979
 

Kendari, Inilahsultra.com – Mendekati hari H pemilihan, suhu politik di Muna mulai memanas. Insiden yang melibatkan dua pendukung calon dilaporkan beberapa kali terjadi.

Terhadap peristiwa itu, anggota DPR RI sekaligus mantan Bupati Muna dua periode mengimbau masyarakat untuk tidak gampang terprovokasi.

- Advertisement -

Sejatinya, kata Ridwan, pilkada adalah pesta demokrasi bagi rakyat untuk memilih calon yang dianggapnya sesuai dengan harapannya. Namun, bila pilkada harus berakhir dengan keributan antar-pendukung, maka tidak ada untungnya buat daerah.

“Intinya orang Muna itu saudara dari ujung pukul ujung. Jadi, tidak ada gunanya terjadi keributan. Saya harap masyarakat jangan gampang terprovokasi dengan isu yang tidak benar. Calon maupun tim untuk mengingatkan pendukungnya agar saling menahan diri,” kata Ridwan Bae beberapa waktu lalu.

Ridwan menyebut, dua pasang kandidat yang maju di Pilkada Muna, LM Rusman Emba-Bachrun Labuta dan LM Rajiun Tumada-La Pilih boleh dibilang memiliki hubungan saudara.

“Dan memang mereka ini keluarga. Termasuk tim pendukungnya, satu sama lain ada hubungan keluarga. Tidak ada orang lain,” imbuhnya.

Menurut Ridwan, semua orang berhak maju di pilkada berdasarkan keinginan politiknya. Warga juga berhak menyalurkan hak pilihnya sesuai hati nuraninya.

“Itu lah esensi berdemokrasi. Semua punya hak untuk maju selama itu dibolehkan undang-undang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan kepada kandidat agar bisa menjaga tutur kata dalam setiap kampanyenya. Ia juga meminta agar setiap calon menyampaikan visi misinya kepada masyarakat agar bisa dipilih.

“Tidak mesti saling gontok-gontokan caci mencaci hina menghina. Itu bukan kultur orang Muna. Kita selalu mengedepankan kebersamaan. Mengedepankan hal hal yang teduh dan pada akhirnya orang Muna menghindari pertikaian,” jelasnya.

Ia menyebut, dirinya memilih LM Rusman emba bukan karena keluarga melainkan partainya telah menjadi kendaraan politik calon incumbent tersebut.

“Saya memilih Rusman karena lembaga partai saya bernaung. Saya harus memilih Rusman, bahkan harus mengajak pendukung saya. Kalau pun ada yang memilih Rajiun, tidak bisa kita paksakan. Itu sudah jadi pilihannya,” ungkapnya.

Ia berharap, Pilkada Muna berakhir dengan damai. Tim harus menghindari hal yang menimbulkan konflik, sebab politik hanya pada 9 Desember.

“Setelah itu kembali bersama keluarga. Bertemu di acara kedukaan atau acara keluarga lainnya. Pengalaman saya, setelah berbeda pilihan, ya selesai,” pungkasnya.

Penulis : Acung

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...