Bupati Busel Launching 443 Kartu Tani di Sampolawa

254
 

Batauga, Inilahsultra.com – Bupati Buton Selatan (Busel) H La Ode Arusani melaunching Kartu Tani untuk 443 penerima di Kecamatan Sampolawa, Kamis 5 November 2020.

Orang nomor satu di Busel ini berharap kartu tani ini digunakan sebaik-baiknya. Bagi yang belum mendapatkan kartu, segera didata dan dilakukan verifikasi secepatnya agar bisa terkaver.

- Advertisement -

“Kalau masyarakat bertanya, jangan dihalangi, berikan haknya mereka. Saya ini pelayannya masyarakat, saya jadi bupati untuk melayani masyarakatku,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan camat dan lurah bila ada usulan masyarakat agar tidak dipersulit.

“Berikan bantuan kepada masyarakat agar tercipta sinergitas yang baik untuk bersama membangun Busel ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Busel Suharuddin Singka menambahkan, kartu tani tersebut adalah program dari Kementerian Pertanian yang bekerjasama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI).

Terdapat total 516 penerima dari 64 kelompok tani yang telah terverifikasi di hampir seluruh kecamatan di Busel.

“Khusus di Kecamatan Sampolawa diberikan kepada 443 penerima dari 24 kelompok tani,” tambahnya.

Mantan Sekdin Kominfo Busel ini menjelaskan, kartu tani ini berfungsi sebagai identitas petani yang teregistrasi ATM BNI. Selain itu, berfungsi untuk penyaluran pupuk bersubsidi, mengendalikan penjualan pupuk bersubsidi sekaligus memudahkan masyarakat dalam rangka pengusulan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani.

Sementara itu, Pemimpin Bidang Pemasaran BNI Cabang Baubau Rahmad Dahlan mengatakan, kartu tani adalah program pemerintah untuk memberikan subsidi pupuk bagi para petani yang basis datanya dari RDKK yang diverifikasi dinas pertanian setempat. BNI hanya pendistribusi kartu tani.

“Data kartu tani ini hampir di seluruh Kepulauan Buton. Tapi untuk data di Buton Selatan bila tak salah sejak 2019 yang lalu,” ujarnya.

Manfaat kartu tani ini multifungsi, lanjut Rahmad, selain penyaluran pupuk bersubsidi juga bisa digunakan layaknya kartu debit atau layaknya ATM di BNI karena dibukakan dengan rekeningnya.

“Jadi ke depannya bisa digunakan untuk kuota subsisdi pupuk untuk petani dan juga bisa digunakan untuk transaksi keuangan, bisa transfer, tarik tunai atau transaksi keuangan lainnya,” katanya.

Untuk memudahkan petani, sarana penebusan atau pembelian di agen penyalur pupuk atau pestisida akan dilengkapi dengan kartu gesek. Sehingga seluruh petani akan mudah mengakses.

Yang lebih penting, urai Rahmad, salah satu manfaat kartu ini bisa digunakan untuk keperluan pengajuan KUR. Pengajuan KUR bisa dilakukan secara kolektif dari kelompok tani masing-masing.

“Untuk besaran KUR yang akan diberikan itu ada teknisnya, artinya kita akan lihat luasan lahannya, termasuk komoditi yang ditanam kelompok yang bersangkutan, misalnya padi, jagung, ubi dan lainnya. Jadi besarannya tergantung itu,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...