Pemkab Busel Tuntaskan Bedah Rumah Tak Layak Huni Tahun 2022

247
 

Batauga, Inilahsultra.com – Ada 4000 unit rumah tidak layak huni di Kabupaten Buton Selatan (Busel). Namun Pemkab berkomitmen, menuntaskan bedah rumah pada tahun 2022 nanti.

Sejauh ini, Pemkab Busel berhasil membedah 2000 unit rumah tak layak huni.

- Advertisement -

Hal itu diungkapkan Bupati Busel H La Ode Arusani saat menyerahkan bantuan BSPS kepada 22 Kepala Keluarga di Lapandewa, Kamis 5 November 2020.

“Semoga tahun 2022 mendatang semua sudah dapat dituntaskan. Bagi masyarakat yang belum mendapat bantuan agar segera mengusul ke pemerintah desa atau kelurahan setempat agar bisa terkafer pada tahun berikutnya,” tutur Arusani.

Kata dia, bantuan BSPS ini bersumber dari pemerintah pusat. Namun bantuan ini bisa hadir karena pemerintah daerah melakukan sharing dana untuk mengusulkan bantuan tersebut sehingga bisa terealisasi di Kabupaten Busel.

“Alhamdulillah, berkat doa dari semua masyarakat sehingga bantuan dari pusat ini digelontorkan di daerah kita,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Busel La Ganefo menjelaskan, penerima bantuan BSPS di Kecamatan Lapandewa berjumlah 22 Kepala Keluarga.

Masing-masing, penerima mendapat bantuan senilai Rp 17,5 juta dengan rincian Rp 15 juta untuk pembelian bahan dan Rp 2 juta untuk ongkos pemasangan.

“Sumber bantuan ini memang berasal dari pemerintah pusat, namun jika tidak ada usulan dari bupati maka tidak akan mungkin terealisasi,” katanya.

La Ganefo pun mengajak seluruh penerima manfaat maupun stekholder terkait untuk menyukseskan sekaligus mengawasi pelaksanaan bantuan agar sesuai proses dan peraturan yang berlaku.

“Kepada kepala desa agar secepatnya membuat usulan tahun ini agar masyarakatnya bisa dikafer 2021 mendatang. Syaratnya tanah masyarakat harus legal dan merupakan rumah sendiri,” ucapnya.

Pemimpin Bidang Pemasaran BNI Cabang Baubau Rahmad Dahlan menambahkan, saat ini buku tabungan BSPS baru diserahkan secara simbolis. Ke depan, prosedur pelaksanaan akan dilanjutkan oleh fasilitator atau petugas teknis di lapangan.

“Kami dari bank akan melakukan pembayaran ke suplayer penyedia barang. Kami berharap, kemitraan ini akan lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Reporter: Muhammad Yasir

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Komentar
loading...