Acara Lulo di Muna Berakhir Tragis, Satu Tewas Ditikam dan Dua Orang Koma

61201
 

Raha, Inilahsultra.com – Satu pemuda Desa Lakologou, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sandi meninggal dunia akibat tusukan badik saat menghadiri acara lulo di desanya.

Selain itu, salah satu korban lainnya, Hamza, warga Kelurahan Kontumolempe Kecamatan Tongkuno mengalami luka berat dan mengalami koma atau tidak sadarkan diri.

- Advertisement -

Kapolsek Tongkuno, Ipda Muh Nexon Odeboy menyatakan, polisi sudah mengantongi terduga pelaku penikaman berinisial I.

“Iya betul. satu korban meninggal dunia dan satu luka berat dan saat ini tidak sadarkan diri,” kata Nexon saat dihubungi, Senin 9 November 2020.

Ia menjelaskan, usai menghadiri acara keramaian, terduga pelaku hendak pulang ke rumahnya.

Namun, tiba-tiba beberapa pemuda, termasuk Hamsa langsung mengeroyok I. Namun, I melawan dan mencabut badik lalu menikam Hamsa.

“Dan mengenai dada kiri kemudian Hamsa pergi memanggil temannya yang lain untuk meminta bantuan dan saat sekelompok pemuda termasuk korban Sandi mendatangi pelaku Irham dan mengejarnya kemudian pelaku melakukan perlawanan. Korban Sandi juga kena tikaman pisau di bagian leher depan,” bebernya.

Meski sudah berhasil melukai dua orang, I tetap melawan hingga akhirnya tumbang usai dikeroyok beramai-ramai. Pelaku diketahui tidak sadarkan diri.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas polsek langsung lakukan tindakan dengan mengamankan pelaku dan dibawa ke Puskesmas Wakumoro untuk diobati. Sedangkan korban Sandi dan Hamsa dibawa ke Puskesmas Wakuru. Karena parah, korban Hamsa dirujuk langsung ke RSUD Raha.

“Pelaku sudah dibawa ke RSUD Raha untuk dirawat dan status hukum akan ditetapkan atas dirinya dan di bawah pengawasan ketat oleh anggota polsek,” jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Lakologou, La Fudi mengatakan, peristiwa tragis di acara lulo yang mengakibatkan satu orang nyawa melayang itu terjadi sekira pukul 03.00 Wita Senin, 9 November 2020.

“Jadi berdasarkan informasi juga di masyarakat kejadiannya itu tadi subuh,” katanya.

Kata dia, acara keramaian tersebut sebelumnya tidak ada izin dari pihak kepolisian. Tuan rumah juga tidak mengizinkan ada acara keramaian usai hajatan digelar.

Hanya saja, pemuda di desa itu mendesak digelarnya acara lulo. Karena itu, acara tersebut dipindahkan di tempat lain yakni di lapangan sepak bola Kelurahan Kontumolepe yang tak jauh di rumah pemilik hajatan di Desa Lakologou.

“Tidak ada izinnya. Itu acara pernikahan, tapi yang punya acara tidak mau bikin acara (lulo). Tuan rumah dia tidak mau makanya dipindahkan di lapangan bebas,” ucapnya.

Acara yang dipindahkan ke lapangan bebas ini akhirnya menjadi petaka hilangnya satu nyawa dan dua kritis dalam tarung bebas menggunakan “bogeng mentah” dan senjata tajam.

Penulis : Muh Nur Ali

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
11
Komentar
loading...